Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sindiran Sarkasme Adik Perempuan Kim Jong Un terhadap Pidato Tahun Baru Presiden Korsel, Begini Kata Kim Yo Jong

Edwar Yaman • Sabtu, 6 Januari 2024 | 04:10 WIB
Adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong sindir pidato Tahun Baru Presiden Korea Selatan secara sarkasme.
Adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong sindir pidato Tahun Baru Presiden Korea Selatan secara sarkasme.

PYONGYANG (RIAUPOS.CO) – Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol disindir adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong. Sindiran penuh sarkasme dilontarkan Kim Yo Jong atas pidato Tahun Baru Yoon Suk Yeol.

Dalam pidato tersebut, Yoon Suk Yeol yang mengungkap rencana untuk menyelesaikan sistem penangkalan dengan Amerika Serikat untuk melawan ancaman Korea Utara tahun ini.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam, Kim Yo Jong wakil direktur departemen Komite Sentral Partai Pekerja mengatakan bahwa rencana penangkalan tersebut sekali lagi memberikan pembenaran bagi Korea Utara, untuk memacu upaya mendapatkan kekuatan nuklir yang lebih besar.

Selama pidato tersebut, Yoon Suk Yeol menyoroti upayanya untuk mewujudkan perdamaian yang tulus dan abadi. Melalui kekuatan dan memaparkan rencana untuk merancang sistem pencegahan yang lebih baik, pada paruh pertama tahun ini.

"(Saya) sangat menyambut dengan tangan terbuka (sebuah fakta), bahwa presiden Yoon berencana untuk melanjutkan kontribusi unik demi peningkatan kekuatan militer negara kita," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan yang dilansir Kantor Berita Pusat Korea Utara.

 Kim Yo Jong secara sarkastik menuduh Yoon Suk Yeol berjasa dalam membuat kecemasan keamanan, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di Korea Selatan.

Menyinggung tentang kebijakan lintas batas pendahulu Yoon Suk Yeol, mantan Presiden Moon Jae In menyatakan bahwa serangan Pyongyang dihalangi oleh upaya perdamaian dari Moon.

Dirinya menganggap bahwa Moon Jae In, tidak dapat melakukan apa yang harus dilakukan untuk kekuatan militer dan hanya membuang-buang waktu dengan membuat kebijakan lintas batas.

Selama masa kepresidenannya dari tahun 2017 sampai 2022, Moon Jae In menggandakan upayanya untuk rekonsiliasi dan kerja sama antar-Korea, seperti yang dikutip dalam Korea Herald.

Tetapi upayanya terhenti setelah KTT Hanoi yang tidak menghasilkan kesepakatan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara pada tahun 2019.

Korea Utara telah meningkatkan ketegangan baru-baru ini dengan uji coba rudal balistik, serta retorika yang keras terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Yonhap dalam rapat pleno Komite Sentral Partai Pekerja Korea pada hari Sabtu, pemimpin Korea Utara menyampaikan tujuan untuk luncurkan tiga satelit mata-mata militer serta menambah persenjataan nuklirnya tahun ini.

 

Editor : RP Edwar Yaman
#Yoon Suk Yeol #Kim Yo Jong #presiden korea selatan #kim jong un