Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Drone dan Misil Houthi Ditembak Jatuh Angkatan Laut AS dan Inggris di Laut Merah

Redaksi • Kamis, 11 Januari 2024 | 05:10 WIB

 

Pada tanggal 13 Juni 2016, file foto yang disediakan oleh Angkatan Laut AS, kapal induk USS Dwight D. Eisenhower transit di Selat Gibraltar ke Laut Mediterania.
Pada tanggal 13 Juni 2016, file foto yang disediakan oleh Angkatan Laut AS, kapal induk USS Dwight D. Eisenhower transit di Selat Gibraltar ke Laut Mediterania.

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) - Serangan besar yang dilancarkan oleh Houthi di Laut Merah berhasil digagalkan Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Laut Inggris, Selasa malam (9/1/2024).

Mereka berhasil menembak jatuh 18 drone satu arah dan tiga rudal yang ditujukan untuk menyerang kapal komersial. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21:15 waktu setempat, di mana Houthi meluncurkan drone dan rudal dari wilayah Yaman yang dikuasai mereka.

Menurut berita dari Abc News, Rabu (10/1/2024), Centcom melaporkan bahwa serangan tersebut ditargetkan pada daerah yang dilewati oleh puluhan kapal dagang pada malam tersebut.

Semua drone dan rudal yang diluncurkan oleh Houthi di Laut Merah berhasil ditembak jatuh oleh jet tempur dari kapal induk Angkatan Laut USS Eisenhower, tiga kapal perusak Angkatan Laut AS, dan HMS Diamond Inggris.

Serangan ini merupakan yang ke-26 sejak 19 November 2023, dan AS bersama koalisi sekutu mengeluarkan pernyataan, menyatakan bahwa Houthi harus bertanggung jawab atas konsekuensi serangan mereka terhadap jalur pelayaran komersial dan saluran air yang penting.

Pentagon juga telah membentuk Operation Prosperity Guardian pada akhir Desember, sebuah misi multinasional untuk melawan serangan Houthi.

Selain itu, kapal perang AS dan Inggris dalam penanggulangan serangan terbaru ini turut berpartisipasi dalam operasi tersebut.

Namun, yang lebih penting adalah memahami dampak dari konflik ini pada perdagangan internasional dan stabilitas politik di kawasan tersebut.

Serangan Houthi ke kapal-kapal komersial telah memaksa para perusahaan pelayaran untuk menunda pengiriman atau mengalihkan rute pengiriman mereka, sehingga menaikkan biaya dan menambah waktu pengiriman.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya diplomasi dan kerjasama internasional untuk mengatasi konflik ini dan memastikan kelancaran perdagangan internasional.

 

Editor : RP Edwar Yaman
#Inggris #houthi #Angkatan Laut Amerika #Laut Merah