Pejuang Houthi melarang dan membajak kapal-kapal yang diduga akan pergi menuju pelabuhan yang dikuasai Israel. Atas gelar teroris yang disematkan, Pimpinan pejuang Houthi Yaman buka suara melalui agensi berita Yaman.
Dilansir dari saba.ye (19/1), Melalui pidatonya pada kamis(18/1), Pemimpin Revolusi, Sayyid Abdul-Malik Badr al-Din al-Houthi, memperbarui seruan kepada rakyat Yaman untuk melakukan aksi demonstrasi di lapangan Sabaeen yang berada di ibu kota Sana'a serta di seluruh kantor gubernur dengan berpegang teguh pada seruan bersama Palestina serta Amerika adalah ibu dari terorisme.
Dalam pidatonya pada hari Kamis (18/1), Sayyid Abdul Malik al-Houthi menganggap jutaan orang yang keluar adalah bagian dari posisi tegas Yaman, jihad di jalan Allah serta berada di posisi yang terhormat.
Ia berharap masyarakat akan bergerak dan melanjutkan aktivitasnya dengan melakukan demonstrasi di berbagai negara, termasuk negara-negara Barat.
Pemimpin pejuang Houthi berkata, “Komunitas Arab dan Islam dapat memimpin diri mereka yang masih memiliki hati nurani dan kemanusiaan dalam masyarakat tersebut untuk melakukan demonstrasi dan mendukung rakyat Palestina.”
Sayyid Abdul Malik al-Houthi menyerukan kepada anggota komunitas Yaman di Amerika dan Eropa untuk mengambil tindakan yang efektif, aktif dan terhormat untuk mendukung rakyat Palestina.
Sayyid Abdul Malik al-Houthi mengulas perkembangan terbaru dalam klasifikasi Amerika mengenai komponen Ansar Allah sebagai bagian teroris dan menggambarkannya sebagai sesuatu yang lucu.
Sayyid Abdul Malik al-Houthi mengatakan, “Amerika mensponsori kejahatan Zionis yang membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza setiap hari dan setiap malam.”
Pimpinan revolusi menambahkan, orang Amerika bangkrut secara moral dan kemanusiaan, praktik dan kebijakannya kriminal, dan kecenderungannya adalah tirani dan arogansi.
Al-Houthi juga menekankan bahwa Amerika adalah sumber terorisme, kejahatan dan tirani. Hal ini menunjukkan bahwa Amerika tidak mempunyai hak untuk mengklasifikasikan orang lain dalam klasifikasi apapun, karena mereka berada dalam situasi yang tidak manusiawi dan tidak bermoral serta tidak memiliki nilai-nilai apapun di dalam diri mereka.
Dia menegaskan kembali sikap tegas Yaman dalam menargetkan kapal-kapal Israel serta yang terkait dengan entitas tersebut.
Pemimpin Pejuang Houthi ini menambahkan, Amerika ingin lautan aman bagi datangnya dukungan dan kemampuan yang mereka berikan kepada zionis.
Dia menunjukkan bahwa rakyat Yaman akan menghadapi agresi Amerika-Inggris untuk mendukung Israel. Abdul Malik melanjutkan,
“Kami akan mengklasifikasikan Amerika dan Inggris di antara negara-negara yang mensponsori dan melindungi terorisme Zionis.”
Sayyid Abdul Malik al-Houthi juga memperbarui seruan kepada semua negara untuk berhati-hati dalam terlibat dengan Amerika dan Inggris dalam agresi terhadap rakyat Yaman dan Palestina.
“Tragedi di Gaza semakin memburuk, dan dengan itu tanggung jawab negara Arab dan Islam menjadi berlipat ganda, menekankan perlunya memboikot barang-barang Amerika dan Israel,” ujarnya.
Pemimpin revolusi itu meminta masyarakat Arab untuk mengaktifkan senjata boikot terhadap produk dan barang Amerika dan Israel. Sayyid Abdul Malik menjelaskan kejahatan Yahudi Zionis yang telah melakukan lebih dari dua ribu pembantaian dan genosida terhadap rakyat Palestina dalam 104 hari.
Pemimpin revolusi tersebut menunjukkan bahwa PBB, Organisasi Kerjasama Islam hingga Liga Arab puas dengan pernyataan dan kecaman mengenai apa yang terjadi di Palestina yang bahkan tidak menimbulkan tanggung jawab apapun.
Sayyid Abdul Malik berkata, "ada kelalaian sebagian besar negara-negara Islam di kawasan Arab dan di tempat lain terhadap rakyat Palestina."
Pemimpin Houthi itu memperingatkan bahaya ketidakpedulian terhadap apa yang dilakukan Amerika dan Zionis di Palestina.
Pimpinan revolusi melanjutkan, “Biden tidak memaafkan dirinya sendiri karena usianya yang semakin tua. Sebaliknya, setelah tanggal 7 Oktober, ia mengambil inisiatif menduduki Palestina untuk secara langsung dan pribadi menyatakan dukungannya kepada Zionis.”
Sayyid Abdul Malik al-Houthi menyatakan bahwa rakyat Palestina menderita selama beberapa dekade, dan di mata Amerika dan Eropa mereka tidak punya hak untuk mempertahankan diri serta tanah mereka.
Pemimpin Houthi tersebut menunjukkan bahwa Amerika, Inggris, dan Israel melanggar kedaulatan Yaman hingga melakukan agresi dan menyatakan perang terhadap Yaman. Sayyid Abdul Malik juga menegaskan bahwa agresi Amerika dan Inggris terhadap rakyat Yaman tidak akan mengubah posisi Yaman dalam mendukung rakyat Palestina.
“Orang Amerika harus memahami bahwa kita berada dalam posisi keyakinan yang tidak dapat diubah dengan intimidasi, agresi, atau pemboman,” jelasnya.
Editor : RP Edwar Yaman