Selain itu, terdapat juga sebuah rekaman video yang menunjukkan bagaimana bayi 2 bulan tersebut yang tampak kurus dan terengah-engah di ranjang rumah sakit.
Salah satu paramedis yang membawa bayi itu ke rumah sakit mengatakan bahwa Mahmoud meninggal karena kekurangan gizi akut.
"Kami melihat seorang wanita menggendong bayinya sambil berteriak minta tolong. Bayinya yang pucat sepertinya sedang menghembuskan nafas terakhirnya," kata paramedis dalam video tersebut.
"Kami membawanya ke rumah sakit dan dia ditemukan menderita kekurangan gizi akut. Staf medis membawanya ke ICU. Bayi tersebut tidak diberi susu selama berhari-hari, karena susu bayi sama sekali tidak ada di Gaza," tambahnya.
Kematian Mahmoud terjadi ketika pemerintah Israel terus mengabaikan seruan global untuk mengizinkan lebih banyak bantuan masuk ke daerah Palestina.
Setidaknya sebanyak 29.606 warga Palestina tewas dalam perang Israel-Hamas di Gaza. Sementara 69.737 orang terluka sejak 7 Oktober.
Di sisi lain, PBB mengatakan bahwa sekitar 2,3 juta orang di Gaza kini berada di ambang kelaparan. Dokter Hussam Abu Safiya, Kepala Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara mengatakan bahwa dia melihat banyak kematian di kalangan anak-anak, terutama bayi yang baru lahir.
"Tanda-tanda kelemahan dan pucat terlihat pada bayi baru lahir karena ibunya kekurangan gizi," kata Abu Safiya.
"Sayangnya banyak anak yang meninggal dalam beberapa minggu terakhir. Jika tidak segera mendapatkan bantuan yang tepat, kita akan semakin menderita akibat kekurangan gizi," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi