Hal ini merupakan skandal kasus penipuan keuangan terbesar yang pernah tercatat di Vietnam. Selain itu, Truong My Lan juga secara ilegal mengendalikan Bank Komersial Saham Gabungan Saigon dari tahun 2012 hingga 2022 untuk menarik dana melalui ribuan perusahaan fiktif dan dengan memberikan suap kepada pejabat pemerintah.
Nilai dugaan penyalahgunaan asetnya mencapai sekitar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) Vietnam pada tahun 2022. Akibat perbuatanya tersebut, Truong My Lan ditangkap pada tahun 2022 lalu dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Vietnam. Ia dinyatakan bersalah atas penggelapan, penyuapan, dan pelanggaran peraturan perbankan pada akhir sidang di Kota Ho Chi Minh pada hari ini, Kamis (11/4). Selain itu, jaksa menyatakan bahwa mereka telah menyita lebih dari 1.000 properti yang dimilikinya.
Kini, Truong My Lan dan pengacaranya memiliki jangka waktu 15 hari untuk mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.
Pengadilan Vietnam menuturkan hukuman berat yang diberikan kepada Truong My Luan dikarenakan kasusnya yang sangat serius. Pengadilan menganggap Lan sebagai pemimpin sebuah organisasi kriminal yang terorganisir dan canggih, dengan implikasi serius yang membuat kemungkinan untuk mengembalikan uangnya menjadi sangat kecil sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Vietnam, VnExpress yang dikutip oleh Jawapos.com dari Aljazeera.
"Tidak hanya melanggar hak pengelolaan properti individu dan organisasi tetapi juga mendorong SCB (Saigon Joint Stock Commercial Bank) ke dalam kendali khusus; mengikis kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan partai dan negara," tulis VnExpress.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi