Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata Usulan AS, Israel Serang Sekolah, 16 Orang Tewas

Redaksi • Senin, 8 Juli 2024 | 10:16 WIB
Seorang pria Palestina berdiri sambil menangis di atas reruntuhan Sekolah Keluarga Suci Patriarkat Latin yang terkena pemboman militer Israel di Kota Gaza, Ahad (7/7/2024).
Seorang pria Palestina berdiri sambil menangis di atas reruntuhan Sekolah Keluarga Suci Patriarkat Latin yang terkena pemboman militer Israel di Kota Gaza, Ahad (7/7/2024).

KAIRO (RIAUPOS.CO) - Harapan untuk gencatan senjata di Gaza kian benderang. Kelompok Hamas telah memberikan persetujuan awal terhadap proposal baru usulan Amerika Serikat (AS). Kini, giliran Hamas menunggu respons Israel atas rencana jeda perang tersebut.

Hal itu disampaikan oleh dua pejabat kelompok militan tersebut. Mereka mengaku, sudah lima hari mereka menerima proposal baru tersebut, kini pihaknya masih menunggu tanggapan dari Israel.

’’Kami telah menyerahkan tanggapan kami kepada para mediator dan menunggu untuk mendengar tanggapan pejabatnya,’’ ujar salah satu dari dua pejabat Hamas yang tak ingin disebutkan namanya itu kepada Reuters, Ahad (7/7).

Sementara itu, salah seorang pejabat Palestina lainnya yang mengetahui pertimbangan gencatan senjata mengatakan bahwa Israel sedang melakukan pembicaraan dengan Qatar. Seperti diketahui, mediasi antara Hamas dan Israel untuk mengakhiri perang dilakukan oleh Qatar dan Mesir. Termasuk, terkait pengajuan proposal usulan AS tersebut.

’’Mereka telah berdiskusi mengenai tanggapan Hamas dan mereka berjanji akan memberikan tanggapan dalam beberapa hari,’’ ujarnya. Beberapa pihak meyakini, proposal tersebut dapat mengakhiri perang dan menghasilkan kesepakatan kerangka kerja jika diterima oleh Israel.

Di sisi lain, Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) AS William Burns dijadwalkan akan terbang ke Qatar pada pekan ini untuk bernegosiasi. Proposal dari AS tersebut sebetulnya sudah disampaikan sejak Mei lalu. Isinya mencakup beberapa tahap gencatan.

Tahap pertama, dibebaskan sandera lansia (lanjut usia), sakit, dan perempuan oleh Hamas selama gencatan senjata enam pekan. Lalu, penarikan pasukan Israel dari kota-kota di Gaza dan pembebasan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.

Fase selanjutnya mencakup pembebasan sandera laki-laki yang tersisa, baik warga sipil maupun tentara, dengan imbalan tambahan tahanan Palestina. Pada akhirnya, semua sandera yang tersisa akan dikembalikan, termasuk mayat yang masih ditawan, dan setelahnya dilakukan pembangunan kembali Gaza.

Salah satu hambatan yang terjadi adalah Hamas ingin gencatan senjata ini permanen. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menyatakan keengganannya. Bahkan, dia sempat bersumpah untuk menghancurkan kelompok tersebut, yang telah menguasai Gaza selama hampir dua dekade sebelum melancarkan serangan mendadak ke Israel Selatan pada 7 Oktober 2023 lalu.

Dari pengakuan seorang perwakilan Hamas kepada Associated Press (AP), disebutkan bahwa persetujuan mereka atas proposal baru tersebut diberikan setelah mereka menerima ’’komitmen dan jaminan lisan’’ dari para mediator. Bahwa perang tidak akan dilanjutkan. Selain itu, negosiasi akan berlanjut sampai gencatan senjata permanen tercapai. ’’Sekarang kami ingin jaminan ini di atas kertas,’’ tegasnya.

Di tengah proses negosiasi tersebut, aksi genosida Israel masih terus berjalan. Dikutip dari Reuters, setidaknya 16 orang tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah sekolah yang menampung keluarga-keluarga Palestina telantar di Gaza Tengah pada Sabtu (6/7).

Militer Israel mengklaim hal itu adalah pencegahan untuk meminimalkan risiko terhadap warga sipil. Mereka menargetkan anggota Hamas yang menggunakan daerah tersebut sebagai tempat persembunyian. Usai serangan, Hamas membantah tegas pernyataan itu. Hamas mengatakan, tak ada para pejuangnya di sana.(mia/c17/bay/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#hamas #israel #palestina #gencatan senjata