Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jepang Diguncang Gempa Besar Magnitudo 7,1, Peringatkan Tsunami dan Gempa Susulan

Redaksi • Kamis, 8 Agustus 2024 | 21:05 WIB
Ilustrasi peringatan tsunami ditampilkan dalam warna kuning, dikeluarkan setelah gempa bumi di Kyushu pada Kamis sore (8/8).
Ilustrasi peringatan tsunami ditampilkan dalam warna kuning, dikeluarkan setelah gempa bumi di Kyushu pada Kamis sore (8/8).


TOKYIO (RIAUPOS.CO) - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Jepang, tepatnya di lepas pantai Kyushu, Jepang, pada Kamis sore, 8 Agustus 2024. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa mengguncang lepas pantai Kyushu.

Dilansir dari laman The Japan Times, Kamis (8/8/2024), gempa ini memicu peringatan tsunami di sepanjang pantai Prefektur Miyazaki, dengan perkiraan gelombang setinggi 1 meter. Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mendesak warga untuk menjauhi pantai hingga peringatan dicabut.

Menurut laporan The Japan Times, gempa yang terasa kuat di wilayah Kyushu ini mengakibatkan tiga orang terluka dan memicu tanah longsor di Kota Shibushi, Prefektur Kagoshima. Peringatan tsunami awalnya mencakup wilayah yang lebih luas, termasuk Ehime, Kochi, Oita, dan Kagoshima, namun kemudian dipersempit menjadi hanya Miyazaki.

Gelombang tsunami kecil telah tercatat di beberapa daerah, termasuk pelabuhan Miyazaki, pelabuhan Aburatsu, dan Tosashimizu. Tsunami setinggi 50 cm mencapai Pelabuhan Miyazaki pukul 17:14, gelombang 40 cm mencapai Pelabuhan Aburatsu di pantai Nichinan, Miyazaki pukul 17:23, dan gelombang 30 cm mencapai Tosashimizu di Kochi pukul 17:46, waktu setempat.

Peringatan Gempa Besar di Palung Nankai

Pada Kamis (8/8) malam, JMA mengeluarkan peringatan langka tentang kemungkinan gempa besar di sekitar Palung Nankai, menyusul gempa Kyushu. Menurut JMA, kemungkinan gempa besar terjadi di Palung Nankai relatif lebih tinggi dari biasanya.

Palung Nankai memiliki sejarah gempa besar yang menimbulkan kerusakan parah, dan kemungkinan terjadinya gempa besar dalam 30 tahun ke depan diperkirakan mencapai 70-80 persen.

Pemerintah Jepang segera membentuk satuan tugas untuk mengoordinasikan tanggap darurat. Perdana Menteri Fumio Kishida menginstruksikan pihak berwenang untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat dan memastikan keselamatan mereka.

Hayashi mengatakan dalam konferensi pers bahwa PLTN di wilayah yang terkena dampak dilaporkan tidak mengalami kerusakan. Ia juga meminta mereka yang tinggal di daerah yang terkena gempa untuk menjauh dari daerah pesisir.

“Kami akan terus menilai tingkat kerusakan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, sambil melakukan upaya maksimal untuk menerapkan langkah-langkah tanggap darurat bencana, dengan memprioritaskan penyelamatan jiwa,” kata Hayashi.

Dampak Transportasi dan Infrastruktur

Beberapa penerbangan domestik dari Bandara Miyazaki dibatalkan, dan sejumlah jalur kereta api sempat dihentikan sementara. “Guncangannya cukup kuat dan berlangsung sekitar 30 detik,” kata seorang petugas di Bandara Miyazaki kepada NHK. “Kami diberi tahu bahwa beberapa jendela pecah," imbuhnya.

Meski sebagian besar layanan telah pulih, beberapa jalur lokal di Prefektur Miyazaki masih terganggu hingga malam hari. JMA memperingatkan kemungkinan gempa susulan hingga kekuatan 6 skala intensitas seismik Jepang selama seminggu ke depan, terutama dalam dua atau tiga hari pertama.

Masyarakat di daerah yang terkena dampak diimbau untuk tetap waspada terhadap aktivitas gempa dan potensi longsor, terutama di daerah yang mengalami guncangan kuat.

Symber: Jawapos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : M. Erizal
#gempa #gempa jepang #tsunami #jepang