JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perang Timur Tengah tampaknya bakal terus meluas, bahkan intensitasnya semakin meningkat. Mengawali Oktober, Teheran meluncurkan ratusan rudal-rudal balistik ke jantung pertahanan Israel. Iran pun diancam bakal mendapat konsekuensi balasan atas serangan tersebut oleh Tel Aviv.
Baca Juga: Lebanon Berkabung, Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Tewas dalam Serangan Israel di Beirut
Kondisi pada Oktober ini, setelah sebelumnya rangkaian ledakan Pager dan Walkie-Talkie di Lebanon hingga pembunuhan pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah.
Rangkaian serangan-serangan dari milisi pejuang yang kontra dengan Israel ini tentu menambah deretan musim lawan Palestina yang tak berkesudahan tersebut.
Ya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merencanakan balasan serius dan besar atas serangan Iran dan mengharapkan bantuan dari para mitra di kawasan itu, demikian ungkap media siar Radio Militer Israel pada Sabtu, mengutip sumber terkait masalah tersebut.
Baca Juga: AS Jadi Negosiator, Joe Biden Berharap Iran Tak Serang Israel
"Balasan ini akan serius dan signifikan, kami berada di pusat pelatihan dan kami melakukan ini hampir sepanjang waktu. Ini akan berdampak pada Iran, dan mereka harus memahami ini," kata sumber tersebut.
Israel berharap mendapat dukungan bagi operasi penyerangannya dari mitra regional, sebut radio IDF.
Media AS sebelumnya melaporkan bahwa Israel telah memberitahu Washington mengenai kemungkinan menyerang fasilitas nuklir dan minyak Iran setelah Iran melakukan serangan terhadap Israel.
Baca Juga: Hizbullah Ancam Hujani Tel Aviv dengan Roket
Namun, koran Financial Newspaper melaporkan pada Kamis bahwa Israel tidak berencana melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dan bahwa AS juga menentang serangan semacam itu.
Baca Juga: Rusia Pasok Rudal Iskander ke Iran, Mahmoud Abbas Akan Bertemu Putin di Rusia
Pada 1 Oktober, Iran meluncurkan beberapa ratus rudal balistik ke Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, pemimpin politik gerakan Palestina Hamas Ismail Haniyeh, dan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Abbas Nilforoushan.
Baca Juga: Lebanon Jadi Jalur Gaza Selanjutnya
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pemerintahnya tidak ingin berperang dengan Israel tetapi akan menghadapi ancaman apa pun dengan cara yang tegas.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra