Kronologis Pesawat Delta Airlines Tiba-tiba Terbalik Kemudian Sempat Terbakar usai Mendarat
Redaksi• Selasa, 18 Februari 2025 | 09:57 WIB
Evakuasi darurat di sekitar pesawat Delta Airlines yang terbalik di landasan pacu Bandara Internasional Toronto Pearson di Mississauga, Ontario, Kanada, Senin (17/2/2025).
ONTARIO (RIAUPOS.CO) - Satu unit pesawat berpenumpang terbalik saat mendarat, kemudian terbakar di Bandara Toronto Pearson, di Mississauga, Ontario, Kanada, pada Senin (17/2/2025) pukul 14:30 waktu setempat. Beruntung, sebelum maskapai Delta Airlines tersebut terbakar, penumpang berhasil dievakuasi. Berikut kronologi terbaliknya pesawat Delta Airlines di Bandara Toronto tersebut.
Delta Airlines terbaik di tengah cuaca berangin setelah badai salju yang melanda kota setempat. Akibat kejadian ini, tak ada korban tewas. Namun, melukai 18 dari 80 orang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Demikian diungkapkan pejabat berwenang, dikutip dari Reuters, Selasa (18/2/2025) pagi. Diungkapkan pula, pihak berwenang Kanada akan menyelidiki penyebab kecelakaan itu, yang hingga kini belum diketahui.
Dikabarkan, Pesawat Delta Airlines mendarat di Toronto setelah 86 menit penerbangan dan berhenti di dekat persimpangan landasan pacu 23 dan landasan pacu 15, menurut situs web pelacakan penerbangan FlightRadar24.
"Pesawat itu terbalik dan terbakar," kata seorang pekerja darurat kepada menara kontrol lalu lintas udara setelah seorang pengontrol mencatat bahwa beberapa penumpang berjalan di dekat pesawat yang jatuh, menurut rekaman insiden yang diposting di liveatc.net.
Sementara itu, Pimpinan Bandara Toronto Deborah Flint mengatakan sangat bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dan cedera yang relatif ringan.
Michael J. McCormick, profesor asosiasi manajemen lalu lintas udara di Embry-Riddle Aeronautical University, mengatakan posisi terbalik membuat kecelakaan itu cukup unik.
"Tetapi fakta bahwa 80 orang selamat dari peristiwa seperti ini adalah bukti teknik dan teknologi, latar belakang peraturan yang akan digunakan untuk menciptakan sistem di mana seseorang benar-benar dapat bertahan hidup sesuatu yang belum lama ini akan berakibat fatal," katanya.
Salah seorang penumpang, berbama John Nelson yang memposting video kejadian di Facebook, menunjukkan sebuah mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke pesawat yang berbaring tengkurap di landasan yang tertutup salju.
Dia kemudian mengatakan kepada CNN bahwa tidak ada indikasi sesuatu yang tidak biasa sebelum mendarat.
"Kami jatuh ke tanah, dan kami ke samping, dan kemudian kami terbalik," kata Nelson kepada jaringan televisi.
"Saya hanya bisa membuka sabuk pengaman dan semacam jatuh dan mendorong diri saya ke tanah. Dan kemudian beberapa orang semacam menggantung dan membutuhkan bantuan untuk dibantu, dan yang lain bisa turun sendiri," katanya.
Bandara Pearson mengatakan, sebelumnya pada hari Senin itu mereka menghadapi angin kencang dan suhu dingin saat maskapai penerbangan berusaha mengejar ketinggalan penerbangan setelah badai salju akhir pekan menurunkan lebih dari 22 cm (8,6 inci) salju di bandara.
Seluruh penumpang, dikabarkan berhasil dievakuasi. Belasa yang mengakami luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dan lainnya juga mengalami perawatan.