MAKKAH (RIAUPOS.CO) - Empat hari menjelang puncak ibadah haji yang akan berlangsung Kamis (5/6), suasana Makkah makin padat. Kementerian Agama (Kemenag) terus mematangkan berbagai langkah strategis demi menjaga kesehatan dan kesiapan lebih dari 221 ribu jemaah calon haji (JCH) Indonesia. Baik yang masuk kelompok haji khusus maupun regular.
Salah satu kebijakan penting yang diambil adalah penghentian sementara operasional bus shalawat, armada pengangkut jemaah yang biasa wira-wiri dari hotel menuju Masjidilharam.
Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Arfi Hatim menjelaskan, penghentian layanan ini akan dimulai pada Ahad, 1 Juni 2025 pukul 12.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Keputusan itu diambil karena seluruh armada bus akan ditarik oleh otoritas Saudi untuk mengangkut jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). “Layanan bus shalawat akan kembali beroperasi pada Selasa, 10 Juni 2025, pukul 00.00 dini hari WAS,” jelas Arfi.
Lantaran penghentian operasional bus itu, jemaah diminta memperbanyak ibadah di hotel masing-masing. Tidak memaksa untuk datang ke Masjidilharam dengan transportasi umum lain atau berjalan kaki. Arfi menyebut, masa jeda layanan ini adalah waktu tepat bagi jemaah untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah.
’’Kami memahami kerinduan jemaah untuk tetap beribadah di Masjidilharam. Namun, kami mohon jemaah fokus memperbanyak zikir, membaca Alquran, atau memperdalam makna manasik. Ibadah yang minim tenaga, tapi maksimal pahala,” ujarnya.
Di sisi lain, dalam beberapa hari ke depan distribusi makanan kotak di hotel akan dihentikan. Sebagai gantinya, jemaah mendapat makanan siap saji (ready to eat). Langkah ini ditempuh untuk memastikan kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi selama fase Armuzna yang sangat padat.
Makanan siap saji itu memiliki menu lengkap. Mulai dari nasi uduk, semur daging, opor ayam, hingga rendang ayam. Arfi menjelaskan, makanan ini sudah dikemas secara higienis dan dapat langsung dikonsumsi. Namun, agar lebih nikmat, nasi disarankan untuk direndam air panas selama 5–10 menit sebelum disantap. Untuk lauknya, bisa langsung dimakan tanpa dipanasi ulang. Ia juga mengingatkan, setelah kemasan dibuka, makanan harus segera dikonsumsi dan tidak boleh disimpan untuk waktu berikutnya demi menjaga kualitas.
Penerbangan Haji Ditutup
Sesuai keputusan otoritas Saudi, bandara Jeddah sudah tidak melayani penerbangan haji pada Sabtu (31/5) pukul 24.00 waktu setempat atau Ahad (1/6) dini hari tadi. Dengan demikian, harapan bagi calon jemaah haji furoda dipastikan pupus.
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, secara kalkulasi, peluang untuk mendapatkan visa haji furoda sudah tertutup. “Karena layanan haji furoda itu tidak hanya menyangkut soal penerbangan saja,” katanya kemarin (31/5). Mustolih mengatakan, layanan haji furoda, layaknya haji lainnya, perlu persiapan banyak. Khususnya terkait sewa hotel dan layanan di Armuzna. Belum lagi soal kebutuhan layanan katering. Dia mengatakan, masyarakat Indonesia sudah tidak perlu berharap lagi mengenai visa haji furoda di tahun ini.
Mustolih menjelaskan, sejatinya proses pengajuan visa haji ditutup pada 26 Mei lalu. Penutupan itu berlaku untuk seluruh jenis visa haji. Karena itu, Mustolih mengatakan, sebaiknya para pengusaha travel haji bersikap jujur kepada jemaahnya. Jangan sampai ada oknum travel yang justru sulit dihubungi jemaahnya. Menurut dia, sikap travel yang berupaya menghindar terkait masalah haji furoda, justru menimbulkan masalah baru. Yaitu kekecewaan yang semakin dalam dari jemaahnya.
“Saya kira perlu kejujuran dari travel haji dalam kondisi seperti sekarang ini,” paparnya.
Mustolih mengatakan, mereka mengusulkan tiga skema penyelesaian masalah haji furoda. Pertama, pengembalian dana. Namun, dia menyebut hal itu pasti berat. Kedua, penjadwalan ulang. Skema ini juga belum bisa dipastikan 100 persen mulus. Sebab, tidak ada jaminan tahun depan visa haji furoda akan keluar. Skema ketiga adalah dialihkan ke haji khusus. Tapi saat ini antrean haji khusus sudah tujuh tahunan secara nasional.
Usman, JCH Asal Kepulauan Meranti Meninggal di Makkah
Kabar duka kembali menyelimuti jemaah calon haji (JCH) Riau. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau menerima informasi duka dari Arab Saudi, yaitu meninggalnya salah seorang jemaah, Usman bin Jalil Dagang.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Defizon mengatakan, jemaah atas nama Usman dilaporkan meninggal pukul 05.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Usman selama di Arab Saudi menginap di Hotel 108 dengan nomor kamar 411.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Usman, jemaah haji Kloter 09 asal Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Defizon, Sabtu (31/5).
“Mohon kita doakan beliau, semoga jemaah yang meninggal di Arab Saudi, terutama yang berasal dari Riau, diberikan ampunan oleh Allah SWT, diterimanya amal ibadah, dan ditempatkan di surga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” sambungnya.
Sampai saat ini, sudah tiga jemaah calon haji Riau meninggal di tanah suci, setelah sebelumnya Nifzar Rachman bin Abdur Rahman Bulat, nomor porsi 0400096698 yang tergabung dalam BTH – 04 beralamat Jalan Sentosa Blok C 23 Pekanbaru. Selanjutnya Reni Maifida Zainal Muhammad (53), nomor porsi 0400094333 tergabung dalam BTH – 08 asal Kabupaten Pelalawan.
“Sampai saat ini sudah tiga jemaah Riau yang meninggal di Arab Saudi pada musim haji tahun ini,” katanya.
Defizon mengajak seluruh masyarakat Riau untuk berdoa agar semua jemaah Riau diberikan kesehatan lalu bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji. Apalagi puncak haji tidak lama lagi.(wan/lyn/oni/jpg/ilo)
Editor : Bayu Saputra