Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Iran Mengancam Tutup Selat Hormuz, Serang Pangkalan Militer AS

Redaksi • Selasa, 24 Juni 2025 | 10:31 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia.
Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia.

TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Efek dari serangan Amerika ke Iran meluas. Salah satunya adalah rencana penutupan Selat Hormuz yang akan berdampak pada ekonomi dunia. Di sisi lain, adu serangan dengan Israel juga masih terus berlangsung.

Di Teheran, Iran, suara ledakan masih terus terdengar kemarin (23/6). Bulan Sabit Merah Iran mengonfirmasi adanya serangan rudal Israel yang menghantam dekat markas mereka. Di sisi lain, militer Israel mengklaim telah menyerang markas rudal di bagian barat Iran. Ada enam bandara dan markas militer yang telah diserang sejauh ini.

Dikutip dari AFP, Senin (22/6), Menteri Pertahanan Israel, Katz, mengatakan pihaknya melakukan serangan dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menambahkan, ada kemungkinan Israel sekaligus menggulingkan kepemimpinan Iran, sebagaimana juga disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah militernya menyerang tiga situs nuklir Iran pada Ahad (22/6).

“Jika rezim Iran saat ini tidak dapat membuat Iran hebat lagi, mengapa tidak ada perubahan rezim?” kata Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

Di sisi lain, di Israel, perusahaan listrik nasional setempat melaporkan adanya kerusakan di dekat fasilitas infrastruktur strategis di bagian selatan yang mengganggu pasokan listrik. Namun, beberapa detail kerusakan tidak dipublikasikan.

Sementara itu, meski langsung membombardir Israel dengan 30 rudal setelah tiga situs nuklirnya diserang AS, Iran memastikan bahwa serangan balasan mereka belum akan berakhir. Dikutip dari Al Jazeera, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, mengatakan AS telah melanggar kedaulatan Iran karena menyerang situs nuklir di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Garda Revolusi Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah. “Dengan menyerang fasilitas nuklir damai, Amerika secara de facto telah menempatkan diri mereka dalam bahaya langsung,” kata Garda Revolusi dalam pernyataan resmi mereka.

Ada juga kemungkinan Iran mencoba menutup Selat Hormuz yang strategis dan keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). The Guardian melansir, parlemen Iran sudah menyetujui, tetapi keputusan akhir berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.

Jika hal itu dilakukan, distribusi minyak dunia terancam terganggu. Harganya pun dikhawatirkan akan semakin melonjak. Selat Hormuz terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Selat ini menjadi satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia ke laut lepas. Di sisi pantai utara selat ini ada Iran, sedangkan pantai selatannya berada di Semenanjung Musandam.(lyn/ttg/jpg)

 

Editor : Rindra Yasin
#iran #Amerika #israel #teheran