TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Ketegangan di Timur Tengah kian memanas dengan perang yang terjadi antara Israel dan Iran. Di tengah spekulasi tentang kemungkinan gencatan senjata, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan yang dicapai untuk menghentikan konflik bersenjata antara kedua negara.
“Israel yang memulai perang melawan Iran, bukan sebaliknya,” ujar Abbas Araghchi dalam pernyataan resmi yang disampaikan Selasa (24/6/2025) pagi waktu Teheran.
Ia menegaskan bahwa sikap Iran sejak awal jelas: serangan balasan yang dilancarkan adalah bentuk pembelaan diri atas agresi yang dimulai oleh Israel.
Baca Juga: Sidang Perdata Ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Sleman: UGM Beri Tanggapan 1 Juli
“Iran telah berulang kali menyatakan bahwa tindakan agresi berasal dari rezim Israel. Respons Teheran adalah tindakan sah dalam rangka mempertahankan diri,” tambahnya.
Pernyataan Abbas Araghchi datang di tengah laporan yang menyebut bahwa ketegangan militer antara kedua negara mulai mereda. Namun, ia membantah bahwa telah tercapai kesepakatan untuk menghentikan operasi militer.
"Jika rezim Israel mengakhiri agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran sebelum pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak bermaksud melanjutkan respons militer kami di luar waktu itu,” kata Abbas Araghchi, menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penghentian serangan akan ditentukan kemudian.
Mengutip Middle East Monitor, situasi di kawasan masih fluktuatif. Meskipun intensitas serangan dilaporkan menurun, belum ada konfirmasi resmi mengenai berakhirnya bentrokan atau perjanjian gencatan senjata.
Dunia internasional terus memantau dengan cermat, mengingat eskalasi konflik ini berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.***
Editor : Edwar Yaman