Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza: Ratusan Aktivis dari Berbagai Negara Serukan Pemerintah Dunia Tekan Israel Buka Blokade

Redaksi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 23:13 WIB

 

Suasana pelabuhan di Barcelona yang akan mengirimkan bantuan ke Gaza, Palestina.
Suasana pelabuhan di Barcelona yang akan mengirimkan bantuan ke Gaza, Palestina.

BARCELONA (RIAUPOS.CO) – Bantuan kemanusiaan untuk Gaza dengan armada terbesar berlayar dari Spanyol. Dilansir dari laman Reuters pada Sabtu (30/8/2025), ratusan aktivis pro-Palestina dari 44 negara, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg dan politisi sayap kiri Portugal Mariana Mortagua, akan bergabung dalam perjalanan ini.

Armada itu merupakan bagian dari Armada Sumud Global, yang berarti ketekunan dalam bahasa Arab. Para penyelenggara menyerukan pemerintah dunia untuk menekan Israel agar mengizinkan armada mereka melewati blokade laut yang telah diberlakukan sejak 2007.

"Mereka perlu bertindak untuk membela hak asasi manusia dan menjamin keamanan pelayaran armada ini," kata Saif Abukeshek, salah satu penyelenggara asal Palestina yang kini tinggal di Spanyol.

 Baca Juga: Kejuaraan Dunia 2025: Meski Tersingkir dari Akane Yamaguchi di Semifinal, Putri KW Pulang dengan Medali Perunggu

Selama 15 tahun terakhir, Israel telah menggagalkan berbagai upaya serupa, termasuk peristiwa pada 2010 ketika pasukan khusus menyerbu kapal bantuan dan menewaskan setidaknya sembilan aktivis asal Turki.

Baru-baru ini, pada Juni lalu, angkatan laut Israel menyita kapal pesiar berbendera Inggris yang di dalamnya terdapat Greta Thunberg. Israel menilai upaya ini sebagai aksi propaganda yang mendukung Hamas.

Blokade laut Israel diberlakukan sejak Hamas menguasai Gaza pada 2007 dengan alasan mencegah penyelundupan senjata. Meski demikian, blokade tetap dipertahankan meskipun terjadi berbagai konflik, termasuk perang terbaru yang dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika militan Hamas menyerang Israel selatan, menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut data Israel.

 Baca Juga: Ditahan Polda Metro Jaya, Khariq Anhar Sehat Jalani Pemeriksaan, Siap Hadapi Perkara yang Mendera, Minta Keluarga Tak Khawatir

Sebagai respons, serangan balasan Israel telah menewaskan hampir 63.000 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan Gaza. Selain itu, pemantau global menyebut sebagian warga Gaza kini mengalami kelaparan. Pada Maret lalu, Israel juga menutup jalur darat Gaza selama tiga bulan, dengan alasan bantuan kemanusiaan dialihkan oleh Hamas.***

Editor : Edwar Yaman
#Blokade Israel #bantuan kemanusiaan #gaza