Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tiap Hari 600 Truk Diizinkan Masuk Jalur Gaza Bawa Bantuan Kemanusiaan, Cukup untuk Dua Juta Warga Selama Tiga Bulan

Redaksi • Senin, 13 Oktober 2025 | 10:34 WIB
Bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza.
Bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Gaza.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Warga Gaza, Palestina mendapatkan asa baru setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Banyak truk yang diizinkan masuk Gaza membawa obat-obatan, selimut, makanan dan lainnya.

Iring-iringan truk itu masuk Jalur Gaza melalui perbatasan Kerem Shalom pada Sabtu (12/10). Bantuan yang dibawa ratusan truk itu merupakan simbol harapan baru warga Palestina usai dibantai Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Memang tidak mudah bagi truk pembawa bantuan kemanusiaan itu masuk Jalur Gaza. Pemeriksaan ketat dilakukan militer Israel. Namun niat yang kuat demi kemanusiaan, sopir-sopir truk dengan sabar menunggu kapan mereka dapat masuk Galur Gaza, hingga akhirnya diizinkan.

Kini, 600 truk pembawa bantuan kemanusiaan akan diizinkan masuk setiap hari. Tentu saja bantuan itu masuk dengan pemeriksaan ketat Israel.

Mesir melalui Bulan Sabit Merah (Egyptian Red Crescent) menyebut telah menyiapkan 400 truk bantuan kemanusiaan, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lebih dari 170.000 ton makanan, obat-obatan, serta perlengkapan darurat telah menunggu izin masuk ke Gaza.

"Ini cukup untuk memberi makan lebih dari dua juta warga Gaza selama tiga bulan," kata Program Pangan Dunia (WFP) PBB dalam keterangan resminya.

Israel memang telah melakukan blokade bantuan sejak pecahnya perang dua tahun lalu. Blokade ini kemudian memicu krisis kelaparan ekstrem di Gaza. Laporan lembaga gabungan PBB pada Agustus lalu menyebut beberapa wilayah di Gaza telah mencapai kondisi kelaparan massal, dengan ribuan warga sipil menghadapi risiko kekurangan gizi parah.

Melansir Telegrafi, lonjakan jumlah bantuan ini menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang menetapkan sekitar 600 truk akan diizinkan masuk setiap hari. Angka ini disebut sebagai pengiriman terbesar sejak awal konflik, menandai langkah konkret menuju stabilisasi kondisi kemanusiaan di wilayah yang selama dua tahun terakhir hidup di bawah blokade ketat.

Israel beralasan bahwa pembatasan bantuan diberlakukan karena dugaan adanya penyelewengan bantuan oleh milisi Hamas. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik keras dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional yang menilai sanksi kolektif semacam itu justru memperburuk penderitaan warga sipil.

Sebagai alternatif, Israel kemudian membentuk Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga baru yang didukung Amerika Serikat dan ditugaskan menyalurkan bantuan secara langsung ke warga.

Meski langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menghindari penyalahgunaan, beberapa pengamat menilai struktur baru ini bisa memperumit koordinasi dengan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional yang telah lebih dulu bekerja di lapangan.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#jalur gaza #bantuan kemanusiaan #gencatan senjata