Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kibarkan Bendera Aceh, Desakan Status Darurat Bencana Nasional Banjir dan Longsor Sumatera Menggema hingga KBRI di New York dan Markas Besar PBB

Redaksi • Selasa, 6 Januari 2026 | 21:15 WIB
Diaspora Indonesia di Amerika yang mengatasnamakan ACC menggelar aksi demonstrasi damai di depan KBRI di New York dan markas besar PBB, New York City, Senin (5/1/2026).
Diaspora Indonesia di Amerika yang mengatasnamakan ACC menggelar aksi demonstrasi damai di depan KBRI di New York dan markas besar PBB, New York City, Senin (5/1/2026).

NEW YORK (RIAUPOS.CO) - Diaspora Indonesia khususnya asal Aceh di Amerika Serikat menggelar aksi demonstrasi damai di dua lokasi sekaligus pada Senin (5/1/2026) siang. Aksi ini bertujuan untuk mendesak Pemerintah Indonesia segera menetapkan status Darurat Nasional atas bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra Utara serta Sumbar.

Selain penetapan status darurat nasional atas bencana banjir dan longsor beberapa provinsi di Sumatera, massa dari Aceh Community Center (ACC) ini juga meminta agar deforestasi segera dihentikan di wilayah hutan Sumatera.

"Serta menuntut pertanggungjawaban dan hukuman bagi pihak-pihak yang merusak lingkungan ini," tegas Presiden ACC Musdar Arsyad dalam keterangan tertulis yang diterima Riaupos.co, Selasa (6/1/2026).

Aksi damai diaspora Indonesia ini dilaksanakan di depan KBRI di New York City dan Markas Besar PBB.

 

Dalam keterangannya, ACC menyampaikan tuntutan kemanusiaan kepada Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PTRI) terkait banjir dan longsor yang melanda Aceh dan Sumatra Utara.

Aksi ini bertujuan menarik perhatian pemerintah dan komunitas internasional terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Aceh dan Sumatra Utara, khususnya.

Dalam aksi damai tersebut, ACC menilai dampak bencana telah melampaui kapasitas penanganan daerah.

"Hingga lebih dari satu bulan pascabencana, ribuan warga masih mengungsi, kehilangan mata pencaharian, dan banyak sekolah belum dapat digunakan kembali, sehingga anak-anak terpaksa berhenti belajar," beber Musdar Arsyad.

ACC juga mengajukan tiga tuntutan utama, yakni penetapan banjir dan longsor Aceh dan Sumatra Utara sebagai darurat nasional, pembukaan akses bantuan kemanusiaan internasional, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas atas praktik lingkungan yang berkontribusi pada bencana.

Perwakilan ACC menegaskan, permintaan bantuan internasional merupakan langkah tanggung jawab negara dalam situasi darurat, bukan bentuk kelemahan.

ACC berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan masyarakat dan pemulihan terhadap fasilitas dan lingkungan terdampak.

ACC juga menyatakan akan melanjutkan advokasi secara damai termasuk aksi publik yang lebih besar serta pelibatan komunitas internasional, hingga ada perubahan kebijakan yang nyata.

Editor : Eka G Putra
#diaspora indonesia di amerika #KBRI di new york #Markas Besar PBB #bendera aceh #Desak status darurat nasional banjir longsor aceh sumatera #Musdar arsyad presiden ACC #Presiden ACC 2025 2029 #Tetapkan Status Darurat #status darurat nasional #banjir dan longsor Aceh #Aceh Community Center ACC #Banjir dan longsor Sumatera #Demo ACC di markas pbb