Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Disebut Sudah Desersi, Personel Brimob Polda Aceh Jadi Tentara Rusia Perangi Ukraina

Redaksi • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:36 WIB
Tentara Rusia terlihat di dalam tank di Volnovakha, Ukraina.
Tentara Rusia terlihat di dalam tank di Volnovakha, Ukraina.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Personel Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio dikabarkan berada Rusia. Dia bergabung dengan tentara Rusia untuk memerangi Ukraina.

Rio pun saat ini dikabarkan berada di wilayah Donbass. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa Rio melakukan desersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan dan satuan. Sebelum desersi, yang bersangkutan sudah pernah melanggar Kode Etik Profesi Polri hingga di sidang oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Aturan yang dilanggar oleh Rio adalah menjalin hubungan perselingkuhan hingga menikah siri. Atas perbuatannya, KKEP memutuskan untuk memberikan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama 2 tahun dan penempatan di Yanma Brimob Polda Aceh.

"Kasus tersebut telah mendapatkan putusan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusannya adalah sanksi administratif berupa mutasi demosi selama 2 tahun," ungkap Kombes Joko dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (17/1).

Joko menyampaikan sejak 8 Desember 2025, Rio tidak masuk kantor untuk melaksanakan dinas. Tindakan itu dilakukan tanpa keterangan yang jelas. Setelah menghilang nyaris satu bulan, pada 7 Januari 2026, dia mengirim pesan WhatsApp kepada beberapa rekannya.

Mulai anggota Provost Satuan Brimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.

"Serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah," kata Joko.

Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya pencarian jauh sebelum yang bersangkutan mengirim pesan tersebut. Mereka mendatangi rumah orang tua maupun rumah pribadi Rio.

"Terkait dengan absennya yang bersangkutan dalam dinas, kami telah melakukan upaya pencarian dan pemanggilan. Bahkan, upaya tersebut telah dilaporkan ke Bidpropam sebelum Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026," ujarnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#Brimob Polda Aceh #desersi #tentara rusia