(RIAUPOS.CO) – Iran membalas serang Israel-AS dengan menembakan rudal ke Isreal. Kota Beith Shemesh (Rumah Matahari) yang terletak 30 km di sebelah barat Yerussalem dihantam rudal Iran pada Ahad (1/3/2026). Layanan ambulans nasional, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa jumlah korban tewas mencapai delapan orang.
Menurut laporan surat kabar Times of Israel, rudal-rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam langsung jantung area pemukiman warga sipil.
Data awal menyebutkan sedikitnya empat orang tewas di lokasi kejadian, namun angka tersebut terus bertambah seiring ditemukannya korban di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Selain korban jiwa, sekitar 20 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Juru bicara Magen David Adom, Zaki Heller, dalam sebuah pernyataan resmi yang disiarkan oleh televisi lokal, mengonfirmasi fatalitas serangan tersebut.
“Empat orang tewas dalam serangan langsung di Beit Shemesh,” ujar Zaki Heller sebelum data tersebut diperbarui menjadi delapan orang oleh tim medis di lapangan.
Pihak MDA bersama unit gawat darurat terus bekerja ekstra keras untuk menstabilkan kondisi para korban luka yang segera dilarikan ke rumah sakit terdekat di Yerusalem dan wilayah sekitarnya.
Militer Israel Kerahkan Unit Khusus
Militer Israel (IDF) segera merespons kejadian ini dengan mengerahkan unit-unit khusus ke lokasi benturan.
Melalui pernyataan resmi di saluran Telegram, IDF mengonfirmasi bahwa pasukan pencarian dan penyelamatan (Home Front Command) telah diterjunkan secara masif.
"Pasukan pencarian dan penyelamatan, bersama dengan tim medis dan helikopter untuk evakuasi korban, saat ini sedang beroperasi di lokasi benturan untuk menyisir sisa-sisa bangunan," tulis militer Israel dalam pernyataan tertulisnya.
Penggunaan helikopter evakuasi menunjukkan tingkat kedaruratan yang tinggi, mengingat beberapa korban memerlukan tindakan operasi segera akibat luka fragmentasi rudal.***
Editor : Edwar Yaman