Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Teluk, Tolak Tuntutan ‘Menyerah tanpa Syarat’ Trump

Redaksi • Minggu, 8 Maret 2026 | 11:49 WIB

Asap membubung dari Bandara Mehrabad di Teheran setelah serangan udara Israel menggunakan puluhan jet tempur.
Asap membubung dari Bandara Mehrabad di Teheran setelah serangan udara Israel menggunakan puluhan jet tempur.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Iran secara terbuka menolak tuntutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Teheran menyerah tanpa syarat pada hari kedelapan pascaserangan militer AS dan Israel. Hal ini membuat ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat.

Tuntutan Trump dinilai Presiden Iran Masoud Pezeshkian tidak realistis dan menyebutnya sebagai mimpi. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta AS itu kini meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk. Serangan rudal dan drone dilaporkan terjadi di sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional serta dampaknya terhadap pasokan energi global dan jalur penerbangan internasional.

Melansir The Guardian, Ahad (8/3/2026), dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menolak keras tuntutan Washington yang meminta Iran menyerah tanpa syarat sebagai jalan mengakhiri perang.

Dalam pidato tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan eksternal. Ia menyatakan dengan tegas bahwa tuntutan tersebut tidak akan pernah dipenuhi oleh rakyat Iran.

“Musuh-musuh Iran harus membawa mimpi tentang penyerahan tanpa syarat rakyat Iran itu ke dalam kubur mereka,” kata Pezeshkian dalam pidatonya. 

Permintaan Maaf Iran kepada Negara Teluk

Dalam pidato yang sama, Pezeshkian juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang terdampak serangan Iran selama konflik berlangsung. Pernyataan tersebut dinilai sebagai langkah yang jarang dilakukan oleh pemimpin Iran dalam situasi konflik militer.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terdampak oleh tindakan Iran,” ujar Pezeshkian. 

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah negara Arab Teluk melaporkan serangan rudal dan drone dalam sepekan terakhir, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. Banyak dari negara tersebut diketahui menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. 

Pezeshkian juga mengatakan bahwa dewan kepemimpinan sementara Iran telah memutuskan untuk menangguhkan serangan terhadap negara-negara tetangga, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah negara tersebut. 

Respons Keras dari Donald Trump

Pernyataan Pezeshkian segera mendapat respons keras dari Presiden Donald Trump. Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump memperingatkan bahwa Iran dapat menghadapi kehancuran total jika tidak memenuhi tuntutan AS.

Trump menegaskan bahwa perang hanya dapat dihentikan jika Iran memenuhi tuntutan Washington untuk menyerah tanpa syarat. Ia juga memperingatkan bahwa penolakan Teheran akan memicu eskalasi militer yang lebih keras.

Dalam pernyataannya, Trump menulis bahwa jika Iran tidak menyerah, negara itu “akan dihantam oleh serangan yang sangat keras”.

Ia juga mengklaim bahwa permintaan maaf Iran kepada negara-negara Teluk merupakan bukti bahwa tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel mulai memberikan dampak terhadap Teheran.

Serangan Militer Terus Berlanjut

Di tengah perang yang terus memanas, Israel dilaporkan meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran. Sekitar 80 jet tempur Israel dikirim dalam serangan dini hari yang menargetkan sejumlah fasilitas militer penting di Teheran. 

Salah satu target serangan tersebut adalah Bandara Internasional Mehrabad, yang menjadi salah satu bandara utama di ibu kota Iran. Foto dan rekaman video menunjukkan kobaran api besar serta asap tebal yang membubung dari area bandara setelah serangan terjadi.

Iran juga melakukan serangan balasan. Sirene serangan udara dilaporkan berbunyi di Yerusalem, sementara ledakan juga terdengar di sejumlah kota Teluk seperti Dubai dan Manama.

Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 15 rudal balistik serta 119 drone yang diluncurkan pada Sabtu (7/3/2026).***

Editor : Edwar Yaman
#iran #Menyerah tanpa Syarat #negara teluk #presiden iran minta maaf #trump