Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Putin Telepon Trump, Minta Perang Dihentikan

jpg • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:00 WIB

Gedung-gedung di Tel Aviv, Israel hancur dan terbakar akibat serangan rudal Iran, Selasa (10/3/2026).
Gedung-gedung di Tel Aviv, Israel hancur dan terbakar akibat serangan rudal Iran, Selasa (10/3/2026).

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Gerakan untuk menghentikan perang di Timur Tengah makin kuat. Sejumlah negara mulai melakukan lobi-lobi politik ke Amerika Serikat (AS) dan Iran. Bahkan, Presiden Rusia Vladimir Putin secara diam-diam telah menghubungi Presiden AS Donald Trump. Dilansir dari TRT World, Putin dan Trump telah berkomunikasi melalui sambungan telepon. Salah satu yang disampaikan Putin adalah permintaan agar perang dengan Iran segera disudahi. Telepon selama satu jam itu dilakukan di hari yang sama ketika Trump sedang bermain golf.

“Penekanan diberikan pada situasi seputar konflik dengan Iran dan negosiasi bilateral yang sedang berlangsung dengan perwakilan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah Ukraina,” kata penasihat diplomatik Putin, Yuri Ushakov.

Trump membenarkan telah berkomunikasi dengan Putin. Dia mengakui, Putin bermaksud menawarkan bantuan agar perang dengan Iran segera berakhir. ‘’Saya katakan ke Putin, kalau ingin membantu, hentikan dulu perang dengan Ukraina,’’ kata Trump.

Bukan hanya Rusia yang bergerak untuk mendukung gencatan senjata. Cina dan Prancis juga sudah menghubungi petinggi Iran. Hal itu diakui Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi.

Dia menyatakan, Cina, Rusia, dan Prancis sudah menghubungi Teheran untuk membahas kemungkinan gencatan senjata. Namun, Iran tidak serta merta setuju. “Syarat pertama kami untuk gencatan senjata adalah agresi tersebut tidak boleh diulangi,” kata Gharibabadi, dikutip dari Anadolu Agency.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan, bukan Iran yang memulai perang. Tapi AS dan Israel. Dia menyatakan bahwa konflik justru terjadi saat pihaknya melakukan negosiasi dengan Amerika. “Kita berada di hari ke 11 agresi militer oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis. Kita tidak memulai perang ini,” tegasnya, dilansir dari Iran International.

Dia menyebut, sekarang fokus Iran adalah mempertahankan negara. “Agresi militer sedang berlangsung. Dalam situasi ini, hampir tidak ada ruang untuk membicarakan hal lain selain pertahanan,” katanya.

Sementara itu, Israel tampaknya belum ingin menyudahi perang. Gulf News menyebutkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran bahwa serangan militer negaranya belum selesai. Dia mengklaim perang itu berhasil melemahkan kepemimpinan ulama di Iran.

“Aspirasi kami adalah membawa rakyat Iran untuk melepaskan diri dari belenggu tirani. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa dengan tindakan yang telah diambil sejauh ini, kami sedang menghancurkan “tulang-tulang” mereka dan kami belum selesai,” kata Netanyahu.

Sikap Trump Berubah-ubah

Donald Trump memberi sinyal perang melawan Iran bisa segera berakhir. Sinyal positif sudah ditunjukkan Tump meski dia belum memberikan kepastian mengenai kapan tepatnya serangan yang mengguncang kawasan Timur Tengah dan ekonomi global itu akan dihentikan.

Berbicara kepada wartawan di klub golf miliknya, Doral National, dekat Miami, Florida, Senin (9/3), Trump menyatakan konflik kemungkinan tidak akan berlangsung lama. “Saya pikir segera. Sangat segera,” kata Trump saat ditanya apakah perang bisa berakhir dalam hitungan hari atau pekan.

Seperti dilansir dari AFP, dia juga mengklaim kekuatan Iran telah lumpuh. Menurutnya, sebagian besar kemampuan militer Iran, termasuk kepemimpinannya, telah hancur akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. “Semua yang mereka miliki sudah hilang, termasuk kepemimpinan mereka,” ujar Trump.

Namun, dalam pidato dan konferensi pers selanjutnya, Trump memberikan penjelasan yang berubah-ubah mengenai arah konflik tersebut. Trump menegaskan Washington masih menyimpan sejumlah target penting di Iran untuk kemungkinan serangan lanjutan. Salah satunya adalah jaringan listrik nasional Iran.

Selain itu, Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz. Dia mengancam akan melancarkan serangan dengan skala yang tidak terprediksi jika Teheran mencoba memblokade jalur vital tersebut.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#perang Iran AS Israel #trump #putin