Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Trump Sebut AS Tetap Berlakukan Blokade Angkatan Laut untuk Iran meski Selat Hormuz Telah Dibuka Kembali

Redaksi • Sabtu, 18 April 2026 | 08:06 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)

 (RIAUPOS.CO) – Setelah Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran vital dunia, ketegangan di kawasan Timur Tengah sedikit mereda, mulai Jumat (17/4/2026). Pembukaan ini diumumkan langsung Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Melalui pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa seluruh kapal komersial kini diperbolehkan melintas melalui Selat Hormuz selama masa gencatan senjata berlangsung.

"Jalur untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama periode gencatan senjata," tulis Araghchi melalui akun resminya.

Baca Juga: Mikel Arteta Janji Arsenal Akan Bermain untuk Menang di Manchester City, Bukayo Saka Absen di Etihad

Pengumuman tersebut langsung mendapat respons dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melalui Truth Social, Trump menyambut keputusan Iran dan bahkan mengucapkan terima kasih atas dibukanya jalur strategis yang menjadi salah satu nadi perdagangan minyak dunia tersebut.

"Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya terbuka dan siap dilalui. Terima kasih!" tulis Trump.

Namun, di balik pernyataan positif itu, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) tetap diberlakukan untuk Iran, setidaknya sampai tercapai kesepakatan akhir antara kedua negara.

Baca Juga: Menlu Iran Sebut Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata, Begini Respons Donald Trump

Menurut Trump, Selat Hormuz memang telah dibuka untuk aktivitas bisnis dan pelayaran internasional, tetapi pembatasan terhadap kapal Iran masih berlaku.

"Blokade angkatan laut tetap berlaku penuh hanya untuk Iran sampai transaksi kita selesai 100 persen," tegasnya.

Di sisi lain, Iran memberikan sinyal keras. Jika blokade militer AS tetap dilanjutkan, Teheran mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz, karena tindakan tersebut dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa pembukaan jalur tersebut bersifat sementara dan bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap syarat gencatan senjata yang telah disepakati.

Baca Juga: BPD Penggerak Utama Ekonomi Daerah di Tengah Penurunan TKD

Selain itu, kapal-kapal komersial yang melintas diwajibkan menggunakan rute yang sudah ditentukan dan harus berkoordinasi dengan otoritas Iran. Situasi ini menunjukkan bahwa meski Selat Hormuz kembali dibuka, ketegangan geopolitik di kawasan belum sepenuhnya reda.

Dunia kini menunggu apakah kesepakatan ini benar-benar menjadi jalan damai atau hanya jeda sementara sebelum konflik kembali memanas.***

Editor : Edwar Yaman
#Blokade Angkatan Laut #iran #selat hormuz #as #trump