KYIV (RIAUPOS.CO) - Aksi penembakan brutal mengguncang ibu kota Ukraina, Kyiv, Sabtu (18/4) waktu setempat. Seorang pria bersenjata yang disebut berasal dari Rusia menembaki warga sipil secara acak hingga menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 14 lainnya.
Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko menyatakan pelaku pertama kali menembak empat orang di jalan dari jarak dekat di distrik Holosiyivskiy, selatan Kyiv. Setelah itu, ia masuk ke supermarket ketika dikepung, menyandera pengunjung, dan kembali menewaskan satu orang di dalam lokasi tersebut.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menambahkan satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Di antara korban, terdapat seorang anak kecil. “Dia menembak dari jarak dekat dengan tembakan tunggal. Orang-orang hampir tidak punya kesempatan,” ujar Klymenko dikutip dari AFP, kemarin (19/4).
Baca Juga: Presiden Iran Pezeshkian Buka Peluang Penyelesaian Damai, Begini Penegasannya Terkait Nuklir
Pelaku diketahui merupakan pria kelahiran Moskow pada 1968. Sebelum melancarkan aksinya, ia diduga membakar unit apartemennya sendiri yang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian.
Sejumlah saksi menyebut pelaku sebagai sosok tertutup. Tetangganya, Lyubym Gleyevyi (24), mengatakan sempat melihat asap tebal dari apartemen pelaku sebelum kejadian. Sementara warga lain, Ganna Kulyk, menyebut pelaku jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa pasukan khusus bernegosiasi dengan pelaku selama 40 menit saat mengepungnya di dalam supermarket. Namun, upaya tersebut gagal.
Baca Juga: Kawasan Teluk Memanas Lagi! Kapal Tanker Sekutu AS di Selat Hormuz Ditembaki Iran, Ini Penyebabnya
Satu sandera tewas dan empat sandera lainnya berhasil diselamatkan dalam operasi aparat. “Kami mencoba membujuknya, bahkan menawarkan bantuan medis untuk korban di dalam. Tapi dia tidak merespons,” kata Klymenko.
Pelaku Gunakan Senjata Berlisensi Resmi
Aparat akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menembak mati pelaku di lokasi. Pelaku diketahui menggunakan senjata jenis karabin yang dibeli secara legal oleh warga sipil. Senjata tersebut terdaftar secara resmi, dengan pelaku mengajukan lisensi dan menyerahkan sertifikat medis pada Desember 2025.
Pihak berwenang kini menyelidiki pihak yang mengeluarkan sertifikat medis tersebut. Jaksa Agung Ukraina, Ruslan Kravchenko, menyebut pelaku berusia 58 tahun dan lahir di Moskow.
Pemerintah Ukraina menilai insiden ini sebagai ancaman serius terhadap keamanan publik, terutama di tengah situasi perang yang masih berlangsung dengan Rusia. Presiden Zelensky memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterkaitan dengan upaya destabilisasi keamanan.(idr/gas/jpg)
Editor : Arif Oktafian