(RIAUPOS.CO) - Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran disebut Donald Trump merupakan hal yang positif. Sebab menurut Presiden AS itu, militernya punya waktu untuk mengisi kembali stok amunisi.
“(Gencatan senjata) menurut saya hal yang baik, karena kami kini terisi penuh. Kami mempunyai banyak amunisi, kami memiliki begitu banyak segalan. Jauh lebih kuat dibanding empat atau lima pekan lalu. Jadi, kami memanfaatkannya kesempatan ini untuk mengisi kembali stok,” kata Trump, Rabu (22/4/2026).
Trump menambahkan bahwa Iran kemungkinan juga menggunakan periode gencatan senjata untuk mengisi kembali persediaan militernya.
Pada Senin, Trump menyatakan bahwa “sangat kecil kemungkinannya” ia akan memperpanjang gencatan senjata jika kesepakatan tidak tercapai hingga Rabu malam, serta memperingatkan bahwa “banyak bom” akan kembali meledak setelah masa berlaku berakhir.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Lalu, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang pasti. Meskipun tidak ada pengumuman mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Para mediator saat ini sedang berupaya untuk mengorganisir putaran pembicaraan yang baru.***
Editor : Edwar Yaman