Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz, AS Ngotot Bahas Nuklir

Tim Redaksi • Rabu, 29 April 2026 | 10:45 WIB
 Kapal Korps Garda Revolusi Islam diduga ikut serta dalam operasi untuk menyita kapal-kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz, baru-baru ini. (Meysam MIRZADEH/TASNIM NEWS / AFP)
Kapal Korps Garda Revolusi Islam diduga ikut serta dalam operasi untuk menyita kapal-kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz, baru-baru ini. (Meysam MIRZADEH/TASNIM NEWS / AFP)

 
TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya meredakan konflik dengan Amerika Serikat. Namun, pembahasan terkait program nuklir Teheran diusulkan ditunda ke tahap berikutnya.

Usulan itu dibahas dalam rangkaian diplomasi intensif selama 72 jam di tiga negara, yakni Pakistan, Oman, dan Rusia. Dalam kunjungan tersebut, Araghchi juga bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di St Petersburg.

Sejumlah sumber menyebutkan pembicaraan penting berlangsung di Muscat, Oman, dengan melibatkan pejabat intelijen dari beberapa negara. Fokus utama diskusi adalah pembukaan Selat Hormuz, jaminan keamanan kawasan, serta kerangka penyelesaian konflik, sementara isu nuklir disepakati untuk dibahas belakangan. Iran telah menyampaikan proposal terbaru kepada Pakistan untuk diteruskan ke Washington, setelah perundingan langsung sebelumnya gagal mencapai terobosan.

Baca Juga: Detik-Detik Menegangkan Penembakan di Acara Makan Malam Donald Trump, Pelaku Berhasil Diringkus, Berikut Identitasnya

Pemerintah Amerika Serikat belum mengkonfirmasi isi proposal tersebut. Juru bicara Gedung Putih menegaskan negosiasi tidak dilakukan melalui media. Sementara itu, Presiden Amerika Donald Trump menegaskan sikapnya. “Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika tidak, tidak ada alasan untuk bertemu,” ujarnya.

Upaya diplomasi ini berlangsung di tengah tenggat waktu yang semakin dekat. Berdasarkan War Powers Resolution 1973, Trump harus memperoleh persetujuan Kongres sebelum 1 Mei untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran yang telah memasuki pekan kesembilan.

Pakistan memainkan peran penting sebagai mediator. Dalam kunjungannya, Araghchi bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta pejabat tinggi lainnya.

Baca Juga: Italia Menolak Ide Memalukan' untuk Gantikan Iran di Piala Dunia

Araghchi mengapresiasi peran Islamabad dalam menjembatani komunikasi dengan Washington. Dia juga menyindir pendekatan Amerika dalam perundingan sebelumnya. “Pendekatan yang keliru dan tuntutan berlebihan dari Amerika Serikat menghambat tercapainya tujuan, meskipun ada beberapa kemajuan,” katanya. Sejumlah pejabat Pakistan menegaskan akan terus berperan sebagai fasilitator netral dalam proses tersebut.

Selain pertemuan langsung, Iran juga memperluas komunikasi dengan negara-negara kawasan. Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan pejabat dari Qatar, Arab Saudi, Mesir, dan Prancis. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menekankan pentingnya solusi konkret. “Diperlukan solusi praktis untuk memastikan kebebasan navigasi yang berkelanjutan,” ujarny.(lyn/gas/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#Abbas Araghchi #iran #selat hormuz