GAZA (RIAUPOS.CO) - Lebih dari 60 anggota Kongres Amerika Serikat (AS) mendesak pemerintah Israel mencabut pembatasan terhadap pasien kanker Palestina di Jalur Gaza. Pembatasan tersebut dinilai menghambat akses anak-anak penderita kanker untuk memperoleh perawatan medis yang menyelamatkan nyawa di rumah sakit wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Sebanyak 51 anggota DPR AS dan 11 senator menandatangani surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Kamis (11/6). Mereka meminta pemerintahan Presiden Donald Trump memfasilitasi evakuasi medis pasien kanker anak beserta pendampingnya, sekaligus memastikan mereka dapat kembali ke Gaza setelah menjalani pengobatan.
Peneliti kelompok hak asasi manusia DAWN, Deyar Jamil, mengatakan tidak ada alasan yang dapat membenarkan larangan bagi anak-anak penderita kanker untuk mendapatkan perawatan medis yang sebenarnya hanya berjarak sekitar 40 menit perjalanan dari Gaza.
“Tidak ada alasan yang masuk akal mengapa mengizinkan anak-anak penderita kanker untuk berkendara selama 40 menit demi mendapatkan perawatan medis yang menyelamatkan nyawa harus menjadi kontroversi,” ujarnya.
94 Persen Rumah Sakit Hancur
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 11.000 pasien kanker saat ini berada di Gaza. Namun, kerusakan masif pada sistem kesehatan membuat mereka kesulitan memperoleh layanan medis yang memadai.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 94 persen rumah sakit di Gaza hancur atau rusak sejak perang pecah pada Oktober 2023. Pada Maret 2025, pasukan Israel juga menghancurkan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, satu-satunya rumah sakit khusus kanker di wilayah tersebut.
1.200 Nyawa Melayang
Dalam suratnya, para anggota Kongres menyebut diagnosis kanker kini menjadi “vonis mati” bagi banyak warga Gaza. PBB mencatat sedikitnya 1.200 orang meninggal saat menunggu persetujuan evakuasi medis, termasuk seorang bocah enam tahun penderita leukemia yang meninggal setelah berbulan-bulan menanti izin keluar Gaza.
Para legislator AS mengusulkan pembentukan koridor medis yang menghubungkan Gaza dengan rumah sakit di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Mereka menegaskan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut siap menerima pasien dari Gaza, sementara sejumlah lembaga dan gereja di Yerusalem telah menawarkan bantuan pembiayaan perawatan.(lyn/gas/jpg)
Editor : Arif Oktafian