TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Iran di Istana Versailles, sekitar 29 kilometer di barat daya Paris, Prancis, Rabu (17/6) malam waktu setempat. Menjelang perundingan lanjutan di Swiss, Jumat (19/6) hari ini, Iran menegaskan bahwa program rudal tidak akan menjadi bagian dari negosiasi.
Kementerian Luar Negeri Swiss, kemarin (18/6) menyebut, diskusi awal antara AS dan Iran direncanakan berlangsung di Resor Burgenstock, Luzerne. Mengutip Middle East Eye, kedua negara akan bertemu bersama mediator Pakistan dan Qatar untuk membahas implementasi kesepakatan yang telah dicapai.
Proses penandatanganan memorandum telah dimulai lebih dulu. Trump menandatangani dokumen tersebut di Istana Versailles sesaat sebelum menghadiri jamuan makan malam yang digelar Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Baca Juga: Rupiah dan IHSG Mulai Pulih
Seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip Al Jazeera mengungkapkan bahwa dokumen yang sama sebelumnya telah ditandatangani secara digital oleh Wakil Presiden Amerika JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Macron juga mengunggah video di media sosial X yang memperlihatkan Trump menandatangani dokumen tersebut. “Perjanjian ini membuka jalan bagi perdamaian abadi dan memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz,” tulis Macron.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, proses menuju implementasi kesepakatan kini memasuki tahap berikutnya. “Iran akan memantau kepatuhan Amerika tanpa kelonggaran,” kata Baghaei seperti dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Menang di Moto3 Junior Portugal 2026, Kiandra Ramadhipa Dekati Puncak Klasemen
Dia menegaskan, Iran tidak akan memenuhi komitmennya jika Washington menghindari kewajibannya. Ancaman serupa juga dilontarkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. “Presiden sudah menyatakan, kalau kami siap kembali menyerang kalau Iran tidak mematuhi apa yang sudah disepakati,” katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Berdasarkan teks yang beredar, Iran akan memperoleh keringanan sanksi untuk penjualan minyak dan produk petroleum terkait. Kesepakatan itu juga membuka peluang pendanaan hingga 300 miliar dolar AS untuk rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Iran.
Salah satu poin penting dalam MoU adalah pembukaan kembali Selat Hormuz.(lyn/ttg/jpg)
Editor : Arif Oktafian