Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Kesepakatan dengan AS Terancam Batal

Redaksi • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:28 WIB
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)

(RIAUPOS.CO) - Di tengah berlanjutnya serangan Israel di Lebanon, Iran pun meningkatkan tekanan terhadap Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026). Iran dilaporkan kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz sekaligus memperingatkan bahwa kesepakatan sementara dengan Washington bisa runtuh jika AS tidak memenuhi komitmennya.

Langkah tersebut menjadi pukulan besar bagi upaya diplomatik yang tengah berlangsung untuk menyelamatkan perundingan nuklir Iran. Meski delegasi Iran tetap berangkat ke Swiss untuk melanjutkan pembicaraan, pejabat Teheran mengisyaratkan bahwa peluang tercapainya kemajuan dalam waktu dekat sangat kecil.

Pengumuman penutupan Selat Hormuz disampaikan Komando Militer Gabungan Iran melalui siaran televisi pemerintah. Teheran menuding serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon serta kegagalan Amerika Serikat menghentikan konflik sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.

 Baca Juga: Kawasan CFD Pekanbaru Membeludak, Warga Penasaran Rekor MURI Kue Talam Durian

Dalam pernyataannya, militer Iran menilai Washington telah menunjukkan 'itikad buruk' dan melakukan 'pelanggaran yang jelas terhadap komitmennya'. Iran juga memperingatkan bahwa langkah lebih lanjut telah disiapkan apabila agresi terus berlangsung.

"Jika agresi terus berlanjut, langkah-langkah berikutnya telah direncanakan," demikian peringatan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.

Delegasi Iran Tetap ke Swiss

Tak lama setelah pengumuman penutupan Selat Hormuz, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa tim negosiasi negara itu tetap berangkat ke Swiss untuk mengikuti pembicaraan teknis yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Jumat.

Melansir CNBC, delegasi tersebut dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta melibatkan pejabat bank sentral dan sektor energi Iran.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Bagahei menegaskan bahwa kunjungan ke Swiss bukanlah sinyal dimulainya negosiasi final.

 Baca Juga: Mantan Pengurus TP PKK Se-Riau Pererat Persaudaraan dan Kenang Masa Pengabdian

"Perjalanan ini bertujuan menuntut pihak lain memenuhi kewajibannya," kata Bagahei.

Ia menegaskan bahwa pembicaraan menuju kesepakatan permanen baru akan dimulai setelah komitmen utama dalam perjanjian sementara benar-benar dijalankan.

"Jika tidak, maka nota kesepahaman secara keseluruhan akan berada dalam bahaya," ujarnya.

AS Kirim Negosiator Senior ke Swiss

Di Washington, Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi bahwa dua negosiator utama Amerika Serikat, Jared Kushner dan Steve Witkoff, telah berada di Swiss untuk membahas rincian teknis terkait perundingan program nuklir Iran.

Vance mengatakan dirinya kemungkinan akan menyusul dalam beberapa hari ke depan.

"Saya memperkirakan akan berangkat ke Swiss dalam beberapa hari ke depan, tetapi koordinasi semacam ini selalu rumit," kata Vance kepada Fox News.

Sementara itu, Pakistan yang berperan sebagai mediator utama menyatakan pembicaraan tingkat teknis akan dimulai pada Minggu di Bürgenstock, Swiss, dengan keterlibatan mediator dari Qatar.

Dalam upaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi juga bertemu Abbas Araghchi di Teheran pada Sabtu.

Baca Juga: Kloter BTH 18 Tiba di Debarkasi Batam, Tinggal 6 Jemaah Haji Riau di Arab Saudi

Sebagai informasi, penutupan Selat Hormuz langsung memicu kekhawatiran pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.

Meski demikian, militer Amerika Serikat menyatakan lalu lintas kapal komersial masih berlangsung pada Sabtu. Sebanyak 55 kapal dagang dilaporkan melintasi selat tersebut dan mengangkut lebih dari 17 juta barel minyak menuju pasar internasional.

Belum jelas kapan tepatnya kapal-kapal tersebut melintas dan bagaimana implementasi penutupan yang diumumkan Iran akan memengaruhi arus perdagangan berikutnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, seorang pejabat Hizbullah mengatakan kepada Associated Press bahwa Iran telah memberi tahu kelompok tersebut bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Israel secara terbuka menyatakan kepatuhannya terhadap gencatan senjata menyeluruh di Lebanon.

Baca Juga: Jelang Pemecahan Rekor MURI Kue Talam Durian 1 Kilometer, Berikut Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan 

Menurut sumber tersebut, Teheran juga menuntut penghentian seluruh operasi militer Israel di wilayah Lebanon. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel terkait pernyataan tersebut.

Ketegangan diplomatik itu terjadi ketika pertempuran di Lebanon masih berlangsung. Serangan Israel di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anak-anak.

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan tujuh orang lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan setelah serangan menghantam Kota Nabatiyeh dan sejumlah desa di sekitarnya.***

Editor : Edwar Yaman
#iran #selat hormuz #as