Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Israel Serang Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz

Tim Redaksi • Senin, 22 Juni 2026 | 10:51 WIB
Petugas mengevakuasi jenazah dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan Desa Qennarit di Lebanon Selatan, Sabtu (20/6/2026). (AFP)
Petugas mengevakuasi jenazah dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan Desa Qennarit di Lebanon Selatan, Sabtu (20/6/2026). (AFP)

 

TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Iran kembali menutup Selat Hormuz. Ini setelah Israel melancarkan serangan baru ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 16 orang, Sabtu (20/6). Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya jalur pelayaran dan distribusi energi dunia, sekaligus mengancam implementasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang baru dicapai beberapa hari lalu.

Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya melalui pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (20/6) mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kapal. Rekaman pengumuman berbahasa Inggris mengenai penutupan jalur strategis itu juga beredar luas di media sosial.

Militer Iran menyatakan penutupan dilakukan sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan oleh Israel yang kembali menyerang Lebanon. “Langkah pertama ini merupakan tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh. Jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya,” demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Kesepakatan dengan AS Terancam Batal

Sebelumnya, media resmi Lebanon melaporkan serangan Israel di sebuah desa dekat Kota Sidon menewaskan sedikitnya tujuh orang. Sementara Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) menyebut serangan lain di Qannarit menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 13 warga. Serangan itu terjadi meski gencatan senjata dengan Hizbullah baru diumumkan sehari sebelumnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Wakil Presiden AS JD Vance bertolak ke Swiss untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran terkait implementasi kesepakatan damai. Menurut Vance, negosiasi akan difokuskan pada program nuklir Iran serta upaya mempertahankan gencatan senjata di Lebanon.

Perundingan tersebut sebelumnya sempat tertunda setelah Israel melancarkan serangan mematikan di Lebanon. Meski Israel dan Hizbullah saling menuding melanggar gencatan senjata, Washington tetap berharap jalur diplomasi mampu mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.(wan/gas/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#iran #konflik timur tengah #lebanon #israel #selat hormuz