Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer

Tim Redaksi • Senin, 29 Juni 2026 | 11:03 WIB
Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump. (JPG)

 

Teheran (RIAUPOS.CO) - Entah untuk ke berapa kali Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membumihanguskan Iran. Bukan saja tidak pernah terbukti, AS toh akhirnya sepakat dengan gencatan senjata serta setuju meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Iran.

“Akan datang waktu ketika kami tak lagi bisa menoleransi dan dipaksa untuk menyelesaikan tugas secara militer. Jika itu terjadi, Iran tidak akan lagi eksis,” tulis Trump di akun Truth Social-nya Sabtu, setelah Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) mengakui serangan ke Iran pada Jumat (26/6) dan Sabtu (27/6) atas perintah panglima tertinggi alias Trump sendiri.

Mengutip Al Jazeera, CENTCOM menyebut, pihaknya menyerang infrastruktur pengawasan militer, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, serta penghampar ranjau Iran. CENTCOM mengklaim, itu dilakukan sebagai balasan atas serangan ke kapal kargo Singapura, M/V Ever Lovely, pada Kamis (25/6) dan kapal tanker Panama, M/T Kiku, pada Sabtu (27/6) yang tengah melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Gempa Venezuela: Korban Tewas Capai 1.430 Orang, 68.900 Orang Dilaporkan Masih Hilang

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan, ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan Kota Bandar Sirik, Provinsi Hormozgan. Dan, bukan Iran namanya kalau tidak langsung “membayar tuntas” serangan itu.

Sirine Peringatan

Mengutip Kantor Berita Fars, Korps Garda Revolusi Iran menyatakan, telah melakukan serangan besar lewat drone dan misil ke delapan instalasi militer AS di Asia Barat. Termasuk ke dalam sasaran tembak Iran adalah Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Markas Armada Kelima AS di Pelabuhan Salman, Bahrain.

Kedua negara tersebut sudah menyatakan, sirine tanda bahaya mereka berbunyi. “Negara agresor yang ciri khasnya melanggar komitmen dan melanggar kesepakatan, telah menyerang lima wilayah pantai terluar Iran dengan alasan merespons Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengonfrontasi pelintas Selat Hormuz,” bunyi IRGC dalam pernyataan resminya, Ahad (28/6).

Baca Juga: Melintasi Selat Hormuz Wajib Kantongi Izin Teheran, Iran Bahas Tata Kelola Bersama Negara Tetangga

Ditambah serangan Israel ke Lebanon Selatan pada Sabtu (27/6) atau sehari setelah meneken kesepakatan damai dengan Lebanon yang dimediasi AS, jadilah eskalasi saat ini yang terburuk sejak MoU diteken. Penekenan dilakukan pada 17 Juni lalu.

Analis politik yang berbasis di Teheran, Iran, Abas Aslani mengatakan, Iran memandang Selat Hormuz sebagai alat negosiasi untuk mencegah serangan AS di masa depan. “Iran melihat (Selat Hormuz) sebagai pengaruh untuk menghentikan babak baru agresi,” katanya.(lyn/ttg/jpg)

Laporan JPG, Teheran

 

Editor : Arif Oktafian
#iran #serangan militer #amerika serikat #konflik timur tengah