Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto: Dua Tewas Akibat Runtuhnya Aeon Mall

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 08:00 WIB
Foto yang diambil dari helikopter Kyodo News memperlihatkan kompleks AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, dengan dinding luar mengalami kerusakan parah akibat ledakan setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah tersebut pada 28 Juli 2026. (Kyodo)
Foto yang diambil dari helikopter Kyodo News memperlihatkan kompleks AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, dengan dinding luar mengalami kerusakan parah akibat ledakan setelah gempa bumi kuat mengguncang wilayah tersebut pada 28 Juli 2026. (Kyodo)

 

(RIAUPOS.CO)  – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang barat daya, Selasa (28/7/2026). Sehari setelah gempa layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen masih dihentikan pada Rabu (29/7/2026). Gangguan transportasi masih terjadi, sementara otoritas mengonfirmasi adanya korban jiwa akibat ledakan dan runtuhnya pusat perbelanjaan Aeon Mall.

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (29/7/2026), operator Kyushu Shinkansen menyatakan seluruh layanan di jalur tersebut belum dapat dioperasikan karena dampak gempa. Otoritas masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel dan fasilitas pendukung sebelum layanan kembali dibuka.

Di dalam Kota Kumamoto, layanan trem dijadwalkan kembali beroperasi dengan kecepatan yang dikurangi. Biro Transportasi Kota Kumamoto mengingatkan operasional dapat kembali dihentikan apabila terjadi gempa susulan yang kuat.

 Baca Juga: Roberto Mancini Kembali sebagai Pelatih Baru Timnas Italia 

Badan Meteorologi Jepang juga kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Peringatan tersebut dikeluarkan mengingat aktivitas seismik masih tinggi setelah gempa utama pada Selasa sore.

Sejak gempa terjadi, sistem transportasi darat dan udara di Prefektur Kumamoto mengalami gangguan. Selain jaringan kereta api, sejumlah ruas jalan dan layanan penerbangan juga terdampak akibat kerusakan infrastruktur dan pemeriksaan keselamatan.

Sementara itu, proses pencarian korban masih berlangsung di Aeon Mall Kumamoto yang mengalami ledakan setelah gempa. Ledakan tersebut menyebabkan sebagian bangunan pusat perbelanjaan runtuh dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Pemerintah daerah pada mengonfirmasi dua perempuan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Selain itu, seorang perempuan lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera mendapatkan penanganan darurat.

Baca Juga: Tipidkor Polda Riau Geledah Kantor PUTR Rohil, Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Air Hitam

Otoritas menjelaskan sekitar 200 orang berhasil dievakuasi dari pusat perbelanjaan sebelum ledakan terjadi dan lantai dua bangunan ambruk. Berkat evakuasi cepat tersebut, jumlah korban diperkirakan dapat diminimalkan meski proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.

Tim penyelamat masih menyisir area reruntuhan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di dalam bangunan. Pemerintah Jepang juga terus memantau perkembangan situasi sambil mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat gempa.

 

Diduga Kebocoran Gas

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (29/7), sumber pemerintah Jepang menduga ledakan pascagempa dipicu oleh kebocoran gas sterjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Hingga sebelumnya, Pemerintah Prefektur Kumamoto menyatakan masih ada 10 orang yang belum diketahui keberadaannya di lokasi kejadian.

Pasukan Bela Diri Jepang (Self-Defense Forces/SDF) terus melakukan operasi penyelamatan di AEON Mall Kumamoto yang berada di Kota Kashima. Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan sekitar 3.600 personel SDF telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di seluruh wilayah terdampak gempa.

 Operator pusat perbelanjaan, AEON Co., menjelaskan ledakan terjadi setelah seluruh karyawan dan pengunjung dievakuasi menyusul gempa besar yang mengguncang wilayah tersebut. Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum muncul ledakan yang merusak bangunan.

Baca Juga: Pemkab Inhu Peringati Hari Anak Nasional Ke-42, Sederhana tapi Meriah dan Penuh Makna 

Menurut Kepolisian Prefektur Kumamoto, sekitar 200 orang berhasil keluar dari pusat perbelanjaan sebelum ledakan terjadi. Namun, Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan masih dikhawatirkan banyak orang terjebak setelah lantai dua bangunan runtuh.

Seorang yang berhasil menghubungi salah satu karyawan yang terjebak di dalam gedung mengatakan masih ada sejumlah orang yang menunggu untuk diselamatkan. Tim penyelamat hingga kini terus menyisir area reruntuhan untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Seorang pengunjung yang berhasil menyelamatkan diri mengaku melihat beberapa orang kembali memasuki gedung setelah sempat keluar sesaat setelah gempa. Belum diketahui alasan mereka kembali masuk sebelum ledakan terjadi.

AEON Mall Kumamoto berada di kawasan pinggiran Kota Kumamoto dan menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di wilayah tersebut. Bangunan itu mengalami kerusakan berat setelah ledakan menghancurkan sebagian struktur gedung.

Juru bicara AEON di kantor pusat perusahaan di Prefektur Chiba mengatakan petugas di lokasi sebelumnya melaporkan seluruh orang telah dievakuasi berdasarkan pemeriksaan visual. Namun, sekitar 30 menit kemudian perusahaan menerima kabar bahwa ledakan telah terjadi di dalam pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Kejari Pekanbaru Teliti Berkas Perkara FTR, Peserta Pesta Narkoba di Tempat Hiburan Malam

Ledakan menyebabkan langit-langit dan dinding bangunan runtuh sehingga rangka baja gedung terlihat dari luar. Puing-puing bangunan juga berserakan di sekitar kompleks pusat perbelanjaan.

Seorang pria berusia 44 tahun yang mengelola salon rambut di dekat lokasi mengatakan dirinya mendengar suara ledakan yang sangat keras.

"Saya melihat kepulan asap putih tepat setelah ledakan terjadi," ujarnya.

Otoritas Jepang masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut sambil melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan. Pemerintah juga terus memantau kondisi bangunan karena gempa susulan masih berpotensi terjadi di wilayah Kumamoto.***

 

 

Editor : Edwar Yaman
kumamoto aeon mall gempa jepang