Tutup IMT-GT GCMC Ke-9, Wako Agung Pastikan Kolaborasi Kota Hijau Tiga Negara Berlanjut

M Ali Nurman • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Markarius Anwar bersama perwakilan Delegasi IMT-GT GCMC saat penutupan, Kamis (6/8/2026). (ISTIMEWA)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wawako Markarius Anwar bersama perwakilan Delegasi IMT-GT GCMC saat penutupan, Kamis (6/8/2026). (ISTIMEWA)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Penyelenggaraan Green Cities Mayors' Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9 di Kota Pekanbaru resmi berakhir, Kamis (6/8/2026) pagi. Forum internasional yang mempertemukan kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi antarkota dalam mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan melalui komunikasi yang lebih intensif serta pertukaran inovasi dan praktik terbaik.

Penutupan forum berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru dan dipimpin Wali Kota H Agung Nugroho SE MM selaku Chairman IMT-GT GCMC 2024–2026. Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh delegasi yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari penyelenggaraan forum.

Menurut Agung, IMT-GT GCMC ke-9 tidak hanya menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan pembangunan perkotaan, tetapi juga melahirkan sejumlah kesepakatan yang akan memperkuat hubungan antarkota di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand pada masa mendatang.

Baca Juga: Plt Gubri Resmikan Kantor Baru KONI Riau di Stadion Utama 

Ia mengatakan, salah satu hasil penting yang dicapai dalam forum tersebut adalah kesepakatan untuk membangun mekanisme komunikasi yang lebih terstruktur melalui sekretariat bersama. Keberadaan sekretariat itu diharapkan menjadi wadah koordinasi dalam bertukar informasi, dokumen, inovasi, hingga berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan oleh masing-masing daerah.

"Pertemuan ini tidak hanya berhenti pada forum diskusi. Kami telah menyepakati kerja sama agar nantinya ada sekretariat yang memfasilitasi komunikasi antardaerah, baik antara Indonesia, Thailand, maupun Malaysia, termasuk dalam pertukaran dokumen, inovasi, dan praktik terbaik yang dimiliki masing-masing daerah," ujar Agung.

Selain memperkuat komunikasi antarkota, forum tersebut juga menyepakati komitmen bersama untuk terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan. Menurut Agung, seluruh kepala daerah memiliki pandangan yang sama bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pesatnya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga alam sebagai warisan bagi generasi yang akan datang.

Baca Juga: Diduga Monyet Penyerang Warga Tembilahan Berhasil Dijebak, BBKSDA Lakukan Identifikasi

"Kami sepakat bahwa menjaga alam dan lingkungan sama pentingnya dengan meninggalkan masa depan yang baik bagi generasi penerus," katanya.

Dalam forum tersebut, para delegasi juga saling berbagi pengalaman mengenai berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan yang telah diterapkan di daerah masing-masing. Salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah pengelolaan sampah, mulai dari sistem pemilahan di tingkat masyarakat hingga pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Agung menjelaskan, Pemerintah Kota Pekanbaru turut memperkenalkan sejumlah inovasi yang saat ini tengah dikembangkan, seperti keberadaan waste station sebagai tempat penukaran sampah yang memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat, pengembangan pengelolaan TPA Muara Fajar menjadi penghasil energi melalui pemanfaatan gas metana, hingga berbagai program yang menjadi bagian dari visi Pekanbaru Lestari.

Baca Juga: Rumah Permanen di Sungai Sibam Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar Ringan

Tidak hanya itu, para delegasi juga diajak melihat langsung implementasi berbagai program ramah lingkungan di Kota Pekanbaru. Mereka meninjau penggunaan bus listrik, keberadaan ruang terbuka hijau (RTH), serta penerapan konsep Green School yang telah dijalankan di SMP Negeri 4 Pekanbaru dan mulai dikembangkan di sekolah-sekolah lainnya.

Menurut Agung, kunjungan lapangan tersebut menjadi kesempatan bagi Pekanbaru untuk menunjukkan bahwa konsep kota hijau tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai program nyata yang melibatkan masyarakat dan dunia pendidikan.

Selain memperkenalkan berbagai inovasi pembangunan hijau, Pemerintah Kota Pekanbaru juga memanfaatkan forum tersebut untuk mengenalkan kekayaan budaya Melayu kepada para tamu dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Dalam rangkaian kegiatan, para delegasi diajak mengunjungi Rumah Singgah Tuan Kadi sebagai salah satu situs bersejarah Kota Pekanbaru sekaligus menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Riau.

Baca Juga: Waspada! Baru Tujuh Bulan, Kasus HIV di Meranti Sudah Lampaui Jumlah Setahun Penuh 2025

Agung berharap hasil yang dicapai selama penyelenggaraan IMT-GT GCMC ke-9 menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih erat antarkota di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand, baik dalam bidang pembangunan berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, pertukaran inovasi, maupun penguatan hubungan antarmasyarakat.

Dalam penutupan forum tersebut juga ditetapkan Malaysia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Green Cities Mayors' Council (GCMC) IMT-GT berikutnya. Agung optimistis estafet penyelenggaraan forum akan semakin memperkuat sinergi antarkota dalam menghadirkan berbagai inovasi pembangunan yang berkelanjutan, tanpa mengesampingkan pelestarian budaya dan identitas lokal di masing-masing daerah.

Editor : Rinaldi
IMT-GT GCMC kolaborasi kota hijau Wako Agung Nugroho