Ngeri! Ban Pesawat Lepas saat Mendarat, Detik-detik Pendaratan Sepehran Airlines Terekam Kamera

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:25 WIB
Suasana mencekam di dalam pesawat Sepehran Airlines yang kehilangan ban saat berada di udara. (Al-Jazeera)
Suasana mencekam di dalam pesawat Sepehran Airlines yang kehilangan ban saat berada di udara. (Al-Jazeera)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Suasana mencekam terekam kamera di Mashhad, Iran. Saat itu pesawat Sepehran Airlines terbang dari Mashhad menuju Kermanshah, Iran.

Secara tiba-tiba pesawat mengalami masalah pada roda pendaratan. Hal itu membuat pilot memutar kembali arah pesawat menuju Mashhad. 

Pesawat jenis Boeing 737 itu melaporkan ban lepas saat penerbangan, lalu mengguncang hebat ketika melakukan pendaratan darurat hingga bagian plafon kabin jatuh menimpa area penumpang.

Baca Juga: Cuaca Sedang Panas Terik, Jaga Kelembapan Kulit Wahah Anda, Begini Caranya 

Detik-detik mencekam itu pun terekam kamera kamera salah satu penumpang. Rekaman memperlihatkan suasana panik di dalam kabin. Pesawat berguncang keras saat bergerak di landasan setelah mendarat di Mashhad pada Selasa (15/9).

Panel plafon pesawat Boeing 737 itu tiba-tiba terlepas dan jatuh ke arah penumpang yang masih duduk di kursinya. Teriakan histeris penumpang terdengar dalam rekaman yang beredar.

Walaupun dalam keadaan panik, namun tak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat. 

Baca Juga: Asap Semakin Tebal, Disdik Kuansing Tunggu Hasil Evaluasi Kualitas Udara Dinas Terkait

Penerbangan tersebut merupakan rute domestik dari Bandara Internasional Mashhad Hashemi Nejad menuju Bandara Internasional Kermanshah. Pesawat diduga mengalami pecah ban ketika berangkat. Masalah tersebut membuat kapten menyatakan keadaan darurat dan memutuskan kembali ke Mashhad.

Tulisan sumber menyebut ban diyakini pecah saat pesawat meninggalkan bandara, meski waktu pasti terjadinya kerusakan tersebut masih belum dikonfirmasi. Setelah kembali ke Mashhad, kondisi pesawat makin menegangkan ketika melakukan pendaratan. Badan pesawat terlihat berguncang hebat saat menyentuh landasan.

Guncangan itu kemudian diikuti lepasnya panel plafon kabin. Panel tersebut jatuh ke area penumpang ketika pesawat masih bergerak di landasan, memicu kepanikan di dalam kabin. Pesawat akhirnya berhenti dan seluruh penumpang serta awak dapat keluar dengan selamat.

Baca Juga: Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, 115 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Dalam tulisan sumber, terlepasnya panel plafon diduga berkaitan dengan getaran hebat ketika pesawat mendarat. Getaran keras dapat membuat pengikat panel interior di dalam kabin pesawat menjadi longgar.

Karena panel plafon tersebut menggunakan material plastik ringan sebagai bagian dari interior dekoratif, guncangan hebat diduga membuat panel terlepas dan jatuh ke bawah. Meski demikian, penyebab pastinya tetap menunggu hasil penyelidikan otoritas penerbangan Iran.

Sementara itu, mengutip Simple Flying, insiden tersebut membuat landasan Bandara Mashhad ditutup sementara untuk pemeriksaan. Landasan baru kembali dibuka beberapa jam kemudian setelah dilakukan asesmen oleh pihak bandara.

Baca Juga: Afni Zulkifli Dukung Penegakan Hukum Kasus Narkoba 2 PPPK PW, Ingatkan Jajaran untuk Bersih-Bersih

Otoritas Penerbangan Sipil Iran akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden, termasuk masalah pada roda pendaratan pesawat. Sepehran Airlines belum memberikan komentar langsung. Simple Flying disebut telah menghubungi pihak maskapai, tetapi juru bicaranya belum dapat dihubungi.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa pekan setelah insiden lain yang melibatkan pesawat Sepehran Airlines di Mashhad. Pada 25 Agustus, Boeing 737-500 milik maskapai tersebut membawa 127 penumpang dari Teheran menuju Mashhad. 

Pesawat kemudian keluar dari landasan 13L dan berhenti di landasan 13R setelah roda pendaratan depan mengalami kerusakan. Otoritas Penerbangan Sipil Iran membuka penyelidikan atas kejadian tersebut. Seluruh penumpang dan awak dilaporkan selamat.

Baca Juga: Jarak Pandang 4.000 Meter, Aktivitas Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Normal

Sepehran Airlines disebut belum pernah mengalami insiden fatal. Namun, dua kejadian serius dalam waktu berdekatan membuat aspek kondisi pesawat dan pemeliharaan menjadi bagian penting dalam penyelidikan terbaru.

Tulisan sumber juga menyebut sanksi internasional terhadap Iran menjadi tantangan bagi maskapai dalam memperoleh suku cadang pesawat, sehingga pemeliharaan armada menjadi persoalan yang turut mendapat perhatian.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
ban pesawat lepas detik-detik pendaratan Sepehran Airlines terekam kamera