Rudal Balistik dan Drone Serang Tiga Kota di Arab Saudi, Kelompok Houthi Klaim Serangan Balasan

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB
Citra udara memperlihatkan kerusakan akibat serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.(REUTERS)
Citra udara memperlihatkan kerusakan akibat serangan kelompok Houthi ke Arab Saudi.(REUTERS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rudal balistik dan drone menyerang tiga kota di Arab Saudi, yakni Khamis Mushait, Abha dan Taif. Serangan yang dilakukan kelompok Houthi tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan pesawat tempur Arab Saudi terhadap lima provinsi di Yaman.

Akibat serangan Houthi tersebut, dikabarkan sedikitnya 13 warga terluka setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke tiga kota di Arab Saudi.

Masing-masing Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Kota terakhir bertetangga dengan Makkah, dan hanya berjarak sekitar 100 kilometer dari Masjidil Haram.

Baca Juga: Ngeri! Ban Pesawat Lepas saat Mendarat, Detik-detik Pendaratan Sepehran Airlines Terekam Kamera

Serangan rudal beserta drone tersebut juga merusak tujuh rumah dan dua kendaraan.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan serangan berlangsung pada Senin (14/9/2026) dan menyebabkan para korban mengalami luka ringan hingga sedang.

Al-Malki menuduh Houthi sengaja menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil dalam serangannya.

Baca Juga: Afni Zulkifli Dukung Penegakan Hukum Kasus Narkoba 2 PPPK PW, Ingatkan Jajaran untuk Bersih-Bersih

Ia mengatakan koalisi akan mengambil langkah untuk mencegah serangan lanjutan dengan alasan hak membela diri.

Situasi keamanan juga membuat Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di enam kota pada Selasa dini hari.

Peringatan itu mencakup Jeddah, Yanbu, Taif, Abha, Jazan, dan Al Ula. Beberapa waktu kemudian, otoritas menyatakan kondisi bahaya telah berlalu.

 

"Untuk keselamatan Anda, terus ikuti instruksi #CivilDefense dan hindari berkumpul serta merekam. Dalam keadaan darurat, hubungi (911)," demikian pernyataan Pertahanan Sipil Arab Saudi.

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa dampak serangan tidak hanya dirasakan di tiga kota yang dilaporkan terkena serangan, tetapi juga memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah lain.

Houthi Klaim hanya Balas Serangan 
Serangan ke Arab Saudi terjadi setelah juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengeklaim pesawat tempur Arab Saudi melakukan 54 serangan udara di lima provinsi Yaman dalam 24 jam sebelumnya.

Baca Juga: Sindikat Pembuat SIM Palsu Terbongkar, Curi SIM Bekas di Gudang RSDC untuk Bahan Baku

Menurut Saree, serangan udara tersebut melibatkan jet tempur F-15 dan Typhoon. Ia memperingatkan bahwa serangan itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Sementara itu, Anadolu melaporkan, Houthi juga mengklaim telah melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.

Kelompok tersebut sekaligus mengancam akan memperluas operasi militernya terhadap Arab Saudi.

Baca Juga: Lionel Messi Dipanggil untuk Laga Persahabatan Argentina 6 Oktober sebagai 'Tango Terakhir'

Eskalasi terbaru menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Konfrontasi kedua pihak dilaporkan meningkat sejak awal Juli setelah periode relatif tenang selama beberapa tahun. Perang Yaman sendiri telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014.

Setahun kemudian, koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Rangkaian serangan terbaru memperlihatkan bagaimana konflik yang berpusat di Yaman kembali berpotensi meluas ke wilayah Arab Saudi. Sekaligus meningkatkan risiko terhadap penduduk sipil di kawasan perbatasan dan kota-kota yang menjadi sasaran.

Editor : Eka G Putra
Sumber : jawapos.com
rudal balistik serang arab saudi pesawat tempur arab serang yaman arab saudi diserang rudal kota di arab saudi diserang houthi kelompok houthi