KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Warga Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri menanam pohon pisang di jalan karena jalan rusak. Jalan rusak ini diduga dipicu ada angkutan tambang galian C yang melintasi jalan yang diduga melebihi tonase.
Salah seorang warga Kuntu Mustobing mengatakan, saat ini warga menanam pohon di jalan yang rusak sebagai bentuk protes warga karena jalan rusak disebabkan angkutan yang membawa galian C di Desa Domo dan Desa Padang Sawah.
"Setiap hari angkutan membawa galian C melintasi jalan desa kami, sehingga yang rusak bertambah rusak. Sekarang ini sudah banyak yang berlubang dan rusak diakibatkan angkutan galian C ini," jelas Mustobing, Kamis (30/5/2024).
Mustobing menambahkan, tidak hanya jalan yang rusak akibat angkutan galian C ini, akibat galian C ini juga merusak Sungai Subayang. Sekarang Sungai Subayang keruh. Warga sudah resah akibat aktivitas galian C ini.
"Kita berharap Pemkab Kampar harus bertindak cepat mengatasi persoalan galian C yang sudah meresahkan ini. Jalan jadi rusak dan Sungai Subayang tercemar," tegas Mustobing.
Laporan: Kamaruddin (Bangkinang)
Editor : RP Edwir Sulaiman