Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pria Penjaga Keramba Ikan Gantung Diri saat Video Call, Berawal Diputuskan Pacar

Komarudin • Senin, 2 September 2024 | 13:44 WIB
Seorang pria DF (37) nekat gantung diri saat video call bersama pacarnya, di Pondok Keramba Apung kawasan Danau PLTA Koto Panjang, Desa Merangin, Kecamatan Kuok.
Seorang pria DF (37) nekat gantung diri saat video call bersama pacarnya, di Pondok Keramba Apung kawasan Danau PLTA Koto Panjang, Desa Merangin, Kecamatan Kuok.

 

KUOK (RIAUPOS.CO) - Seorang pria inisial DF (37) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri saat video call bersama pacarnya, di Pondok Keramba Apung di kawasan Danau PLTA Koto Panjang, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Ahad (1/9/2024) sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Bangkinang Barat Iptu Rian Onel mengungkapkan, bahwa korban bunuh diri saat video call dengan pacarnya.

"Pacarnya ingin memutuskannya, sehingga korban nekat mengakhiri hidupnya," terangnya.

Kapolsek menjelaskan, awalnya mendapatkan informasi telah terjadi korban gantung diri di dalam pondok kerambah apung di kawasan Danau PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Kuok.

"Anggota kita Bhabinkamtibmas Desa Merangin Bripka Wawan Asroy langsung ke TKP untuk mengecek kejadian tersebut," ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, dari keterangan saksi-saksi saat itu Romen Sudi mendapat telepon dari pacar korban bahwa korban gantung diri di pondok kerambah.

"Romen Sudi langsung ke TKP dan melihat pondok dalam keadaan terkunci dari dalam," ujarnya.

Dibantu warga, mereka mendobrak pintu dan menemukan korban dalam keadaan gantung diri dan HPnya masih dalam keadaan masih hidup.

"Kemudian warga langsung menolong korban dan langsung menghubungi Polsek Bangkinang Barat dan Puskesmas Kuok," tambahnya.

Selanjutnya korban langsung dibawa ke Puskesmas Kuok untuk divisum dan identifikasi.

"Malam itu juga, korban dijemput oleh keluarganya membawanya ke kampung halamannya di Kabupaten Agam," terang Kapolsek.

Sebelumnya, pihak keluarga tidak mau melakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolak autopsi.(Kom)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : M. Erizal
#kuok kampar #kampar #video call #gantung diri