TAMBANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kampar terus memprioritaskan pengembangan transportasi massal melalui program Optimalisasi Central Urban Transportasi (OCU Trans) sebagai solusi mobilitas terpadu di wilayah aglomerasi. Sosialisasi program ini dilaksanakan di Kantor Camat Tambang dan dibuka Pj Bupati Kampar diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Riadel Fitri, Rabu (11/12).
Riadel Fitri menekankan, pentingnya transportasi aglomerasi yang terintegrasi untuk mendukung kemudahan mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kemacetan dan polusi.
”OCU Trans adalah bagian dari komitmen Pemkab Kampar untuk menyediakan sistem transportasi yang nyaman, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Kampar. Ini juga menjadi langkah besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah kita,” ujar Riedel.
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Perhubungan Kampar Refizal, Camat Tambang, forkopincam, kepala desa, kepala sekolah, dan masyarakat setempat.
Peserta mendapatkan informasi mendalam tentang OCU Trans, mulai dari konsep integrasi moda transportasi, hingga manfaat penggunaan transportasi umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kampar Refizal menjelaskan, program OCU Trans akan menghubungkan wilayah-wilayah utama di Kampar dengan Pekanbaru.
”OCU Trans tidak hanya memudahkan akses masyarakat, tetapi juga meningkatkan konektivitas antarwilayah, sehingga berdampak positif pada sektor ekonomi dan sosial,” jelasnya.
Refizal menjelaskan, Pemkab Kampar menargetkan program OCU Trans ini dapat mulai diimplementasikan pada tahun depan, dengan beberapa rute di wilayah aglomerasi. Dalam waktu dekat, fasilitas dan jadwal transportasi akan mulai diperkenalkan secara bertahap.
Sebagai narasumber Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Yurisdian menyampaikan, dengan dimulainya sosialisasi ini pemerintah optimis bahwa OCU Trans dapat menjadi solusi utama transportasi massal di Kampar, mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.(yls)
Editor : Rindra Yasin