Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ditemukan Satu Sampel Mengandung Boraks

Dofi Iskandar • Selasa, 11 Maret 2025 | 12:04 WIB
Petugas BBPOM Pekanbaru melakukan uji sampel menggunakan test kit di Pasar Takjil Plaza Bangkinang, Jalan Sisingamangaraja, baru-baru ini.
Petugas BBPOM Pekanbaru melakukan uji sampel menggunakan test kit di Pasar Takjil Plaza Bangkinang, Jalan Sisingamangaraja, baru-baru ini.

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Akhir pekan lalu, tepatnya Jumat (7/3), Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru mendatangi Pasar Ramadan di Plaza Bangkinang, Jalan Sisingamangaraja, Kabupaten Kampar.

Dari 24 sampel yang diuji menggunakan test kit, ditemukan 1 sampel yakni kerupuk tempe yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya boraks.

Kepala BBPOM Pekanbaru Alex Sander mengatakan, makanan yang disampling dan diuji adalah makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Terdapat 24 sampel makanan yang disampling dan dilakukan pengujian oleh tim penguji BBPOM di Pekanbaru dan Tim penguji Food Security Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

”Dari 24 sampel yg diuji menggunakan test kit, ditemukan satu sampel yakni kerupuk tempe yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya boraks. Kemudian kami lakukan pembinaan kepada pedagang, produk telah diturunkan dan dirusak kemasannya oleh pedagang agar tidak dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Alex Sander, Senin (10/3).

Lanjutnya, atas temuan tersebut nantinya penelusuran lebih lanjut akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar terhadap sumber perolehan produk tersebut.

”Melalui kegiatan ini kami harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pemilihan produk pangan yang aman khususnya pada bulan Ramadan serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara mencegah stunting,” harapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keamananan yang beredar terutama pada bulan Ramadan yang dilaksanakan secara terpadu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar dan Satpol PP Kabupaten Kampar.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan kepada pedagang dan pengunjung Pasar Takjil dengan membagikan leaflet/brosur terkait keamanan pangan,  stunting serta melakukan sampling dan uji pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya (Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow). (yls)

Editor : Arif Oktafian
#makanan berbahaya #test kit #mengandung boraks #bbpom pekanbaru #pasar ramadan #bahan berbahaya pada takjil