BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Sapi jenis Brahman Cross dengan bobot 840 Kg milik warga Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Kampar.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar, Marahalim melalui Kepala Bidang Peternakan M Ali mengatakan, sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kampar pada Iduladha 1446 H/2025 M untuk Masjid Islamic Center Bangkinang Kota.
"Sapi kurban Presiden Prabowo Subianto akan disembelih di Masjid Islamic Center Bangkinang Kota, sapi tersebut akan diantar sehari jelang pemotongan," ujarnya, Rabu (4/6/2025).
Ali menyebutkan, sapi kurban Presiden tersebut merupakan hasil dari program Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan Disbunnak Keswan Kampar.
"Setelah kami telusuri silsilah sapi tersebut, hewan kurban yang di pilih langsung oleh Sekretariat Presiden (Setpres) ini merupakan hasil IB yang kami lakukan. Sebelum dipilih ada tiga sapi yang kita usulkan, dua sapi berasal dari Tapung Hulu dan satu ekor dari Bukit Payung yang akhirnya dipilih," ucapnya.
Adapun data sementara total hewan kurban tahun ini, dikatakan Ali, berjumlah 5.609 ekor, dengan rincian 2.958 ekor sapi, 2.186 kerbau, dan 495 ekor kambing.
"Pertanggal 4 Juni 2025, jumlah hewan kurban saat ini total 5.609 ekor, adapun total jumlah keseluruhan hewan kurban Kabupaten Kampar tahun ini akan di ketahui sehari jelang pemotongan," ungkapnya.
Ali mengatakan, hewan kurban Kabupaten Kampar berasal dari Provinsi Lampung dan Sumatera Barat. "Sekitar 50-60 persen hewan kurban kita berasal dari Provinsi Lampung dan Sumatera Barat. Kalau semua dari dalam daerah, nanti kita kekurangan pejantan," terang Ali.
Ali menyebutkan, pada tahun 2024 total hewan kurban Kabupaten Kampar berjumlah 7.452 ekor, dengan rincian 3.735 ekor sapi, 2.882 ekor kerbau, dan kambing 898 ekor, serta 7 ekor domba.
"Kita berharap pada Iduladha tahun ini jumlah hewan kurban bisa lebih meningkat, dan kita tunggu saja finalnya sehari jelang penyembelihan," tegasnya.
Editor : Rinaldi