Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

2025 Pembangunan Jembatan di Desa Teratak Buluh Kampar Dimulai

Kamaruddin • Jumat, 11 Juli 2025 - 04:55 WIB

Wabup Kampar Misharti memimpin rapat terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan di Desa Teratak Buluh bersama BPJN Riau di Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Rabu (9/7/2025).
Wabup Kampar Misharti memimpin rapat terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan di Desa Teratak Buluh bersama BPJN Riau di Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Rabu (9/7/2025).


BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Wakil Bupati Kampar Misharti memimpin langsung rapat terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan di Desa Teratak Buluh bersama BPJN Provinsi Riau di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Rabu (9/7/2025).

Hadir dalam rapat tersebut Sekda Kabupaten Kampar Hambali, Plt Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat, Asisten III Setda Kampar Azwan, kepala OPD terkait , Kepala BPN Kampar Andi Dermawan Lubis, Pj Kepala Desa Teratak Buluh Feri Rinaldi, Kepala Desa Kampung Pinang Ulul Amri, dan perwakilan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Riau.

Rapat ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan mengenai ganti rugi lahan, serta memastikan kelancaran proses pembebasan lahan agar pembangunan jembatan dapat segera dimulai.

Wakil Bupati Kampar Misharti mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada BPJN Provinsi Riau yang sudah membantu Kabupaten Kampar dalam percepatan pembangunan jembatan di Desa Teratak Buluh yang akan dibangun pada 2025 ini.

Misharti berharap kerjasama antara BPJN, BPN, OPD terkait dan Kepala Desa Kampung Pinang dan Teratak Buluh untuk bersama sama menyukseskan proses pembangunan jembatan ini sehingga dapat menghindari kendala yang dapat menghambat pembangunan jembatan, seperti sengketa lahan.

‘’Dalam rapat tersebut juga membahas batas-batas lahan yang akan dibebaskan sesuai dengan rencana pembangunan jembatan dan memastikan ketersediaan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan,’’ jelas Misharti.

Sementara itu, Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Riau Hendra Saputra menyampaikan dana untuk pembangunan jembatan saat ini sudah ada. Sebelum proses pembangunan dimulai pastikan lahannya sudah bebas selanjutnya dilakukan proses lelang dan baru bisa dilakukan pembangunan.

Hendra mengkatakan, untuk ganti rugi lahan itu sendiri berasal dari BPJN. Diharapkan untuk proses pembebasan lahan tersebut diminta bantuan dari Pemda Kampar agar ini dapat terselasaikan dengan cepat selanjutnya pemabngunan jembatan bisa kita mulai. (kom)

Editor : M. Erizal
#pembangunan jembatan #wabup kampar #bpjn riau #desa teratak bulu