KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kampar pada Jumat (1/8/2025) sore menjadi berkah tersendiri dalam upaya pemadaman kebakaran lahan yang kembali terjadi di dua lokasi berbeda. Peristiwa kebakaran lahan ini terjadi di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar, dan di Desa Binamang, Kecamatan Kampar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melalui Kepala Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusdalops, Adi Candra Lukita, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama terdeteksi di Desa Ranah Sungkai dengan titik koordinat 0°22'51.43019"N, 100°47’5.98607"E.
“Lahan yang terbakar merupakan perkebunan kelapa sawit dan karet milik masyarakat dengan total luas sekitar 4 hektare. Beruntung, hujan yang turun pada sore hari sangat membantu proses pemadaman di lokasi,” jelas Adi Candra, Jumat (1/8/2025) sore.
Baca Juga: Kalahkan STC Pasaman Barat di Final, SP Lima Naga Kampar Juara Sepaktakraw Sumatera Open di Sumbar
Petugas gabungan dari BPBD Kampar, masyarakat, serta aparat desa setempat turun langsung ke lokasi melakukan upaya pemadaman. Meskipun sebagian besar api berhasil dikendalikan, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk mencegah titik api muncul kembali.
Kebakaran lahan kedua dilaporkan terjadi di Desa Binamang, Kecamatan Kampar, yang berjarak tidak terlalu jauh dari lokasi pertama. Di titik ini, jenis lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang lebih sulit dipadamkan karena bara api dapat menyala di bawah permukaan tanah.
“Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 3 hektare, dengan titik koordinat di 0°18'47.532"N, 100°45'6.456"E. Jenis lahannya gambut dan milik masyarakat,” lanjut Adi Candra.
Hingga Jumat malam, tim masih berjaga-jaga di sekitar area untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menyala akibat kondisi angin atau bara yang tersisa di lapisan gambut.
BPBD Kampar mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini—meski sempat diguyur hujan—masih menyimpan potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki tutupan lahan gambut dan vegetasi kering.
“Kami meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap mencurigakan. Pencegahan lebih baik daripada pemadaman,” tegas Adi.
Sementara itu, berdasarkan pantauan satelit dan laporan lapangan, belum ditemukan indikasi korban jiwa maupun kerugian material besar. Namun, pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan kelalaian atau unsur kesengajaan.
Pemerintah Kabupaten Kampar bersama BPBD, TNI, Polri, dan unsur masyarakat akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli rutin di daerah rawan karhutla. Antisipasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan potensi kebakaran yang biasanya meningkat selama puncak musim kemarau.(kom)
Editor : Edwar Yaman