Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kasus Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Wabup Kampar: Keselamatan Siswa Prioritas

Kamaruddin • Rabu, 3 September 2025 | 21:55 WIB
Wabup Kampar Misharti saat meninjau program MBG di SDN 005 Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Rabu (3/9/2025).
Wabup Kampar Misharti saat meninjau program MBG di SDN 005 Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Rabu (3/9/2025).

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati Kampar, Hj Misharti menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa sejumlah siswa sekolah dasar di Kecamatan Bangkinang Kota.

Informasi yang diterimanya menyebutkan, beberapa siswa mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut. Bahkan, sebagian di antaranya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Pemerintah Kabupaten Kampar tentu sangat prihatin dengan kondisi anak-anak kita. Saya ingin memastikan hal seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegas Misharti usai meninjau SDN 005 Langgini, Rabu (3/9/2025).

Sebagai Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Kampar, Misharti menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan standar higienis dapur penyedia makanan.

“SPPG harus benar-benar melaksanakan tugas dengan baik, menyediakan makanan sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi. Itu wajib sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Wabup bersama rombongan juga meninjau dua sekolah terdampak, yakni SDN 006 Langgini dan SDN 005 Langgini.

Misharti menyebutkan, karena program MBG ini merupakan program baru dari pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo, wajar jika masih ada kendala teknis di lapangan. Namun, ia menegaskan agar keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

“Banyak anak-anak kita yang muntah. Kita berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat Kampar, khususnya anak-anak sekolah, yang menjadi korban,” tambahnya.

Terkait mekanisme pengawasan, Misharti menginstruksikan pihak sekolah agar segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat jika muncul kasus serupa.

“Di setiap kecamatan ada puskesmas dan camat. Kalau ada kejadian lagi, segera bawa anak ke puskesmas atau hubungi kepala puskesmas agar cepat ditangani,” jelasnya.

Meski secara teknis pengelolaan program MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) melalui SPPG, SPPI, dan koordinator wilayah, Pemkab Kampar tetap bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

“Generasi emas kita harus sehat dan tumbuh dengan baik. Karena itu, pengawasan terhadap program ini sangat penting,” tutup Misharti. (kom)

Editor : M. Erizal
#wabup kampar #keracunan makanan di sekolah #murid sd keracunan #keracunan mbg #Keracunan Makanan Bergizi Gratis #misharti