BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Proyek penataan Taman Kota Bangkinang kembali menjadi sorotan publik. Di tengah upaya efisiensi anggaran daerah, proyek senilai Rp3,8 miliar ini dinilai belum mencerminkan prioritas yang tepat, mengingat taman tersebut masih relatif baru dibangun.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar ketika ditanya tentang penataan taman Kota Bangkinang saat efisien anggaran menegaskan bahwa perencanaan penataan taman kota tersebut sudah dilakukan sejak tahun sebelumnya. "Perencanaan penataan taman kota sudah dari tahun lalu," ujar Ahmad Yuzar singkat usai rapat paripurna di DPRD Kampar, Senin (6/10/2025), sebelum meninggalkan gedung dewan.
Sebelumnya Wakil Ketua I DPRD Kampar Iib Nursaleh menyampaikan keprihatinannya terhadap kebijakan tersebut. Ia menilai, di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas, pemerintah seharusnya lebih selektif dalam menentukan program pembangunan.
"Kami tentu menyayangkan. Dalam situasi efisiensi saat ini, yang harus didahulukan adalah program-program yang bersifat urgen dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Taman kota ini bukan berarti tidak penting, tapi kondisinya masih bagus dan belum lama dibangun," ujar politisi Partai Golkar itu, belum lama ini.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas PUPR Kampar, Afdal, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tidak seluruh anggaran Rp3,8 miliar dialokasikan untuk penataan Taman Kota Bangkinang. "Hanya sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta yang digunakan untuk pekerjaan minor di taman tersebut," jelasnya.
Menurut Afdal, sebagian besar anggaran justru digunakan untuk penataan kawasan di depan Islamic Center, serta di sepanjang Jalan A Yani dan Jalan M Yamin. "Jadi tidak benar ada dana Rp3,8 miliar khusus untuk Taman Kota. Anggaran itu juga mencakup pelebaran jalan dan pembangunan drainase di beberapa titik rawan banjir, terutama di sekitar persimpangan lampu merah," terangnya.
Ia berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa fokus utama penggunaan anggaran adalah pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, sementara penataan Taman Kota hanya merupakan bagian kecil dari keseluruhan proyek.
Editor : Rinaldi