KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kampar pada Rabu (29/10/2025). Dua titik kebakaran terpantau di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo. Berkat upaya cepat tim gabungan, api berhasil dipadamkan sebelum meluas lebih jauh.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Agustar melalui kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukitas menjelaskan, kejadian pertama dilaporkan sekitar pukul 15.52 WIB. Lokasi kebakaran berada di lahan mineral gambut milik masyarakat dengan vegetasi semak belukar.
Kebakaran yang terjadi merupakan kombinasi antara surface fire dan ground fire sehingga membutuhkan penanganan intensif. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 0,5 hektare.
‘’Tak berselang lama, pada pukul 16.15 WIB, laporan kebakaran kedua kembali diterima di desa yang sama pada titik koordinat berbeda. Jenis lahan dan vegetasi yang terbakar serupa, dengan luas area terdampak sekitar 0,25 hektare,’’ jelas Adi Candra.
Adi Candra menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kampar, TNI, Polri, serta masyarakat segera diterjunkan untuk melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan di kedua lokasi kejadian.
Beberapa peralatan pemadaman turut dikerahkan, di antaranya unit kendaraan operasional, mesin ministrike, serta selang pemadaman.
Adi Candra memastikan bahwa api pada kedua titik tersebut telah berhasil dipadamkan. “Kami bersama satgas gabungan bergerak cepat untuk mencegah kebakaran meluas. Hingga saat ini api sudah padam dan dilakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru,” ujarnya.
Adi Candra menambahkan, cuaca cerah berawan pada saat kejadian turut menjadi perhatian tim di lapangan, mengingat kondisi tersebut berpotensi memicu penyebaran api lebih cepat pada lahan kering.
Sementara itu, berdasarkan data AQMS/ISPU pada pukul 19.00 WIB, kualitas udara di Kabupaten Kampar berada pada indeks 77 atau kategori sedang dengan parameter kritis PM 2,5. Tidak terdeteksi adanya hotspot di wilayah Kampar pada hari yang sama.
BPBD Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di daerah yang memiliki lahan gambut. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan.
“Kita terus melakukan pemantauan dan patroli. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran,” tambah Adi Adi Candra.
BPBD Kampar memastikan akan terus sigap merespons setiap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar dan mengajak seluruh warga untuk melapor apabila menemukan indikasi kebakaran maupun bahaya lainnya. (kom)
Editor : M. Erizal