KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kampar Toni Hidayat menjadi korban penyiraman air cabai oleh seorang pria bernama Joko (38) saat menghadiri acara syukuran warga di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar pada Ahad (2/11) pagi.
Akibat insiden tersebut, Toni mengalami cedera pada mata dan masih menjalani pengobatan serta masa pemulihan. Meski demikian, ia menyatakan telah memaafkan pelaku.
‘’Saya sudah memaafkan, namun saya berharap pihak kepolisian dapat menelusuri rekam medis pelaku agar bisa mendapatkan perawatan di RS Jiwa Tampan,’’ ujar Toni Hidayat, Selasa (4/11).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Mutiara VI, Perumahan Mutiara Mas, Pandau Jaya. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku datang ke acara syukuran warga RT 4, RW 16 dan berpura-pura terjatuh sebelum menyiramkan air cabai ke wajah korban.
‘’Ketua RW sudah membuat laporan. Saat ini pelaku telah kami amankan dan sedang diperiksa,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gian Wiatma Jonimandala.
Menurut Gian, air cabai tersebut telah disiapkan pelaku dari rumah. Dari hasil penyelidikan sementara, Joko diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Ia merupakan seorang pekerja bangunan yang tinggal di Pandau Jaya agar dekat dengan anaknya. Dalam halusinasinya, pelaku meyakini bahwa kekasihnya sedang disekap di suatu tempat.
‘’Pelaku mengaku mendengar bisikan yang memerintahkannya menyiram korban agar mau membantu mencari kekasih hayalannya bernama Meri Tania,’’ jelas Gian.
Ketua RW 16, Desa Pandau Jaya, Fuadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan warga sempat melakukan pengamanan terhadap pelaku tanpa kekerasan sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.
‘’Kami amankan pelaku dengan cara baik-baik, lalu diserahkan ke Polsek Siak Hulu,’’ ungkapnya.
Pihak keluarga pelaku telah menyampaikan permintaan maaf kepada Toni Hidayat dan warga sekitar. Masyarakat Pandau Jaya berharap pelaku dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat agar kejadian serupa tidak terulang.(kom)
Editor : Arif Oktafian