KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Peningkatan curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kampar membuat pengelola Waduk PLTA Koto Panjang terus meningkatkan kewaspadaan.
Meski demikian, level elevasi waduk pada Ahad (30/11/2025) pagi tercatat masih berada dalam batas aman.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, mengungkapkan bahwa elevasi permukaan air waduk hari ini berada di posisi 74,75 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan Sabtu (29/11/2025) yang mencapai 74,78 mdpl.
Dhani menjelaskan bahwa keseimbangan debit air menjadi fokus utama pemantauan. Pada Ahad pagi, debit air keluar melalui turbin (outflow) tercatat 58,73 m³/detik, dan jumlah ini sama persis dengan debit air masuk (inflow).
Sebagai catatan, sehari sebelumnya inflow berada pada angka yang jauh lebih tinggi, yakni 338,51 m³/detik, sementara outflow turbin hanya 117,86 m³/detik.
Elevasi 74,75 mdpl saat ini masih berada di kategori Low Water Level (LWL). Adapun batas elevasi waduk Adalah LWL: 73,50 – 80,59 mdpl. NWL (Normal Water Level): 80,60 – 82,99 mdpl. HWL (High Water Level): 83,00 – 85,00 mdpl.
’’Dengan posisi elevasi yang masih jauh dari batas normal, pihak PLTA memastikan kondisi saat ini masih aman,’’ jelas Dhani Irwansyha.
Meski elevasi tetap terkendali, Dhani menegaskan bahwa pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh sebagai langkah antisipasi. Menurutnya, potensi kenaikan debit air tetap ada apabila hujan lebat terus mengguyur kawasan hulu.
“Kami memantau setiap jam. Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang namun tetap waspada, terutama yang berada di bantaran sungai,” ujarnya.
Selain itu, Dhani mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
“Mari kita bersama menjaga bumi agar tetap sehat dan nyaman untuk ditinggali. Menjaga lingkungan adalah kunci kestabilan alam kita,” tutupnya. (kom)
Editor : M. Erizal