BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang pada Selasa (6/1/2026) masih berada di atas batas normal. Hingga pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat 80,42 meter di atas permukaan laut (MDPL). Kondisi tersebut menyebabkan dua pintu pelimpahan (spillway) waduk tetap dibuka setinggi 50 sentimeter.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada pukul 19.00 WIB debit air yang keluar melalui turbin mencapai 339,27 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, outflow melalui spillway tercatat sebesar 137,60 m³/s. Adapun debit air masuk (inflow) ke waduk berada di angka 169,30 m³/s, sehingga total outflow mencapai 476,87 m³/s.
Sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB di hari yang sama, elevasi waduk berada di angka 80,48 MDPL. Pada waktu tersebut, outflow turbin tercatat sebesar 341,25 m³/s dan outflow spillway sebesar 140,66 m³/s, dengan inflow waduk mencapai 174,34 m³/s. Total outflow saat itu mencapai 481,91 m³/s.
Pada pagi hari, pukul 07.00 WIB, elevasi waduk sempat berada di level 80,54 MDPL. Outflow turbin tercatat 328,40 m³/s, outflow spillway 140,66 m³/s, serta inflow waduk 161,49 m³/s. Total outflow pada waktu tersebut mencapai 469,06 m³/s.
Berdasarkan data pemantauan sehari sebelumnya, Senin (5/1/2026), dua pintu spillway Waduk PLTA Koto Panjang juga masih dibuka setinggi 50 sentimeter. Pada pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat 80,60 MDPL dengan outflow turbin sebesar 234,26 m³/s dan outflow spillway 140,66 m³/s. Debit inflow waduk saat itu mencapai 374,92 m³/s.
Sementara pada pukul 13.00 WIB di hari yang sama, elevasi waduk berada di posisi 80,63 MDPL. Outflow turbin tercatat 224,61 m³/s dan outflow spillway tetap 140,66 m³/s, dengan inflow waduk sebesar 57,70 m³/s. Sedangkan pada pukul 07.00 WIB, elevasi waduk mencapai 80,67 MDPL dengan outflow turbin 224,73 m³/s dan inflow waduk 365,39 m³/s.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops, Adi Candra Lukita, menyampaikan bahwa kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung masih bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada intensitas curah hujan.
"Hingga saat ini, kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung masih fluktuatif tergantung intensitas hujan. Belum ada laporan dari camat terkait banjir di wilayah masing-masing," ujar Adi Candra.
Ia juga mengimbau para camat dan kepala desa untuk terus memantau kondisi wilayahnya. Apabila terjadi banjir, diminta segera melaporkannya ke BPBD Kabupaten Kampar agar dapat segera dilakukan penanganan.
Editor : Rinaldi