KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Hingga Jumat (9/1/2025), dua pintu pelimpahan (spillway) Waduk PLTA Koto Panjang masih dibuka setinggi 50 sentimeter. Pada pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di posisi 81,30 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada waktu tersebut outflow turbin mencapai 342,69 meter kubik per detik (m³/s), sementara outflow spillway sebesar 143,50 m³/s. Dengan inflow waduk sebesar 1.101,33 m³/s, total outflow tercatat 486,19 m³/s.
Sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB di hari yang sama, elevasi waduk berada di angka 81,04 mdpl. Outflow turbin tercatat 345,22 m³/s, outflow spillway 143,50 m³/s, dengan inflow waduk meningkat hingga 1.719,00 m³/s. Total outflow saat itu mencapai 488,72 m³/s.
Sementara pada pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di posisi 80,82 mdpl. Outflow turbin tercatat 343,76 m³/s, outflow spillway 140,66 m³/s, inflow waduk 1.714,70 m³/s, dengan total outflow sebesar 484,42 m³/s.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops Adi Candra Lukita menyampaikan, bahwa intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Kampar menyebabkan permukaan air Sungai Kampar naik sekitar 50 sentimeter.
“Pantauan kami menunjukkan permukaan air Sungai Kampar naik kurang lebih 50 sentimeter. Dampaknya, air di Desa Buluh juga mulai mengalami kenaikan,” ujar Adi Candra.
Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kampar, Sungai Subayang, dan Sungai Tapung untuk tetap waspada. Pasalnya, berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan diperkirakan meningkat pada Sabtu dan Ahad.
Sementara itu, Kepala Desa Buluh Cina, Azrianto, mengatakan bahwa air Sungai Kampar di wilayahnya terus mengalami kenaikan dan hampir menyentuh bibir sungai.
“Daerah dataran rendah di Desa Buluh Cina sudah mulai dimasuki air, namun belum sampai ke rumah warga,” jelasnya.(kom)
Editor : Edwar Yaman