BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Elevasi waduk PLTA Koto Panjang pada Selasa (13/1/2026) pukul 19.00 WIB tercatat berada di posisi 81,57 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena masih berada di atas ambang batas, dua pintu pelimpahan (spillway) tetap dibuka setinggi 50 sentimeter.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada pukul 19.00 WIB outflow turbin tercatat sebesar 341,96 meter kubik per detik (m³/s), sedangkan outflow melalui spillway dengan bukaan 2 x 50 sentimeter mencapai 146,28 m³/s. Total outflow tercatat sebesar 488,24 m³/s, seimbang dengan inflow waduk yang juga berada pada angka 488,24 m³/s.
Sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat 81,59 mdpl. Outflow turbin mencapai 333,81 m³/s, outflow spillway tetap 146,28 m³/s, dengan inflow waduk sebesar 480,09 m³/s. Total outflow pada waktu tersebut juga sebesar 480,09 m³/s.
Sementara itu, pada pukul 07.00 WIB, elevasi waduk masih berada di angka 81,59 mdpl. Outflow turbin tercatat 336,89 m³/s, outflow spillway 146,28 m³/s, dengan inflow waduk sebesar 483,17 m³/s. Total outflow pada pagi hari tersebut sebesar 483,17 m³/s.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD, kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung terpantau aman. Hal ini seiring dengan menurunnya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Kampar.
"Walaupun intensitas hujan sudah tidak tinggi, kami tetap mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Kampar, Sungai Subayang, dan Sungai Tapung untuk tetap waspada," ujarnya.
Editor : Rinaldi