KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kondisi permukaan air waduk PLTA Koto Panjang menunjukkan tren penurunan seiring dengan berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Kampar dan area hulu waduk. Meski demikian, pihak manajemen masih mempertahankan pembukaan pintu pelimpah untuk menjaga stabilitas elevasi.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melaporkan bahwa berdasarkan pantauan pada Senin (19/1/2026) pukul 19.00 WIB, elevasi waduk berada di posisi 80.59 mdpl (meter di atas permukaan laut). Angka ini menyusut dibandingkan posisi pada Ahad (18/1/2026) malam yang sempat menyentuh 80.84 mdpl.
"Penurunan elevasi ini sejalan dengan menurunnya intensitas hujan di hulu. Namun, hingga saat ini kami masih membuka dua pintu pelimpahan (spillway gate) setinggi 50 sentimeter," ujar Dhani Irwansyah.
Berdasarkan catatan statistik harian pada Senin (19/1), penurunan terjadi secara bertahap sejak pagi hari pukul 07.00 WIB, elevasi 80.74 mdpl (inflow 157.71 m³/s). Pukul 13.00 WIB, Elevasi 80.65 mdpl (inflow 156.27 m³/s). Pukul 19.00 WIB, elevasi 80.59 mdpl (inflow 464.64 m³/s).
Meskipun terjadi lonjakan inflow (air masuk) pada malam hari, total pengeluaran air (outflow) melalui turbin dan pintu pelimpah tetap diimbangi di angka 464.64 m³/s guna menjaga tinggi muka air waduk agar tetap stabil.
Menanggapi kondisi tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops Adi Candra Lukita menyatakan, bahwa aliran sungai di bagian hilir masih dalam kategori aman.
"Kondisi Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung saat ini terpantau normal. Pengaruh intensitas hujan di wilayah Kabupaten Kampar yang sudah menurun sangat membantu stabilitas debit air sungai," jelas Adi Candra.
Meski situasi cenderung terkendali, BPBD Kampar tetap mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai.
"Kami meminta warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung untuk tetap waspada. Cuaca saat ini masih fluktuatif, kewaspadaan harus tetap dijaga demi keselamatan bersama," tutupnya.(kom)
Editor : Edwar Yaman