KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Tinggi muka air (elevasi) waduk PLTA Koto Panjang terpantau terus mengalami penurunan hingga Selasa (20/1/2026) siang. Kendati tren air melandai, pihak manajemen masih membuka dua pintu pelimpah (spillway gate) untuk menjaga stabilitas elevasi waduk.
Manajer PLTA Koto Panjang Dhani Irwansyah menjelaskan, bahwa berdasarkan data terbaru pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada di level 80.42 MDPL (Meter Di Atas Permukaan Laut). Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan pantauan pagi pukul 07.00 WIB yang berada di posisi 80.47 MDPL.
"Saat ini elevasi waduk memang terus menurun. Namun, sebagai langkah pengamanan, dua pintu pelimpah masih kami buka masing-masing setinggi 50 sentimeter," ungkap Dhani, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data teknis pada pukul 13.00 WIB, total air yang keluar (total outflow) dari waduk mencapai 462.95 m 3/s. Jumlah ini terdiri dari buangan melalui turbin sebesar 325.35 m 3/s dan buangan pintu pelimpah (spillway) sebesar 137.6 m 3/s. Sementara itu, debit air yang masuk (inflow) ke waduk terpantau di angka 155.38 m 3/s.
Ketimpangan antara debit masuk dan keluar inilah yang menyebabkan elevasi waduk terus menyusut.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan bahwa kondisi aliran sungai di wilayah hilir masih dalam batas normal.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita, menyatakan bahwa aliran Sungai Subayang, Sungai Kampar, dan Sungai Tapung terpantau stabil dan aman dari ancaman luapan.
"Hingga saat ini tidak ada laporan kejadian banjir. Kondisi ini juga didukung oleh intensitas curah hujan yang mulai berkurang di wilayah Kabupaten Kampar dan sekitarnya," terang Adi Candra.
Meski situasi relatif aman, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada. Warga diminta terus memantau informasi resmi terkait perubahan status operasional pintu waduk guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(kom)
Baca Juga: Pendataan Terus Dilakukan, Progres Relokasi TNTN Baru Capai 227 Kepala Keluarga
Editor : Edwar Yaman