KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Manajemen Unit Layanan (UL) PLTA Koto Panjang memutuskan menutup total seluruh pintu pelimpahan (spillway gate) pada Jumat (23/1/2026) pukul 14.00 WIB. Kebijakan ini diambil seiring menurunnya elevasi waduk akibat berkurangnya intensitas hujan di wilayah hulu.
Pelaksana Harian (Plh) Manager UL PLTA Koto Panjang Daniel Marikki Sibagariang menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi tim teknis setelah memantau tren penurunan muka air waduk dalam beberapa hari terakhir.
Dua pintu pelimpah yang sebelumnya dibuka setinggi 50 sentimeter akan dihentikan operasionalnya secara penuh.
“Seiring elevasi waduk yang terus menyusut, diputuskan bahwa dua pintu pelimpahan akan ditutup total pada Jumat siang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Penutupan pintu pelimpah ini diperkirakan berdampak langsung terhadap debit air di wilayah hilir. Manajemen PLTA memprediksi akan terjadi penurunan permukaan Sungai Kampar secara signifikan.
“Estimasi penurunan permukaan sungai berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter dari kondisi terakhir di wilayah hilir,” tambahnya.
Berdasarkan data pemantauan elevasi pada Kamis (22/1/2026), grafik muka air waduk menunjukkan tren penurunan sejak pagi hingga malam hari. Pada pukul 07.00 WIB, elevasi tercatat berada di level 80,07 mdpl dengan inflow sangat rendah sebesar 2,62 meter kubik per detik.
Selanjutnya pada pukul 13.00 WIB, elevasi turun menjadi 80,01 mdpl meskipun inflow meningkat menjadi 56,35 meter kubik per detik. Hingga pukul 19.00 WIB, elevasi kembali menyusut dan mencapai angka 79,95 mdpl.
Sementara itu, total outflow hingga Kamis malam tercatat sebesar 457,01 meter kubik per detik, yang terdiri dari aliran melalui turbin sebesar 322,21 meter kubik per detik dan melalui pintu pelimpah sebesar 134,8 meter kubik per detik.
Meski elevasi waduk terus menurun, pihak PLTA tetap mempertahankan pembukaan pintu pelimpah hingga waktu yang telah ditentukan guna menjaga stabilitas tekanan air.
Masyarakat yang beraktivitas di sepanjang bantaran Sungai Kampar diimbau untuk menyesuaikan diri dan tetap waspada terhadap perubahan debit air. (kom)
Editor : M. Erizal